RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA KOMPOR BERBAHAN BAKAR MINYAK JELANTAH

Authors

  • Kilyon N. Mamangkey
  • Jemmy Charles Kewas
  • Pasaroan Tamba

DOI:

https://doi.org/10.53682/znnymb47

Keywords:

Kata Kunci: kompor alternatif, Minyak Jelantah.

Abstract

Di pedesaan, energi untuk bahan bakar seperti minyak tanah dan gas sangatlah susah untuk ditemukan, karena keberadaannya yang langka dan mempunyai harga yang cukup mahal. Akan tetapi ada Bahan bakar alternatif yang dapat di manfaatkan, Salah satunya adalah minyak jelantah. Minyak jelantah dapat dijadikan bahan bakar kompor sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah. Maka dari itu telah dirancang prototipe kompor berbahan bakar minyak. Penelitian ini juga memanfaatkan limbah oli bekas dan juga solar sebagai uji perbandingan dengan minyak jelantah. Penggunaan kompor ini berpotensi membantu mengurangi limbah minyak jelantah dan oli bekas di masyarakat, sehingga memberikan solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa minyak jelantah, oli bekas, serta campurannya dapat menghasilkan api yang stabil. Pada kompor ini memiliki 3 corong keluarnya api dengan diameter 2mm, 2.5mm, dan 3mm. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan corong lubang keluarnya api yang baik adalah 3mm. Kemudian suhu api yang tertinggi adalah solar dengan total api mencapai 698,75oC, kemudian tertinggi kedua adalah campuran bahan bakar minyak jelantah dan oli bekas yakni mencapai suhu 674 oC, dan tertinggi ketiga adalah suhu api dari minyak jelantah dengan suhu 614,75 oC. Kemudian Suhu terendah adalah bahan bakar menggunakan oli bekas mencapai 562,125 oC. Dan menurut pengamatan warna api setiap bahan bakar berbeda-beda yakni bahan bakar solar menghasilkan warna api biru dan sedikit warna kuning ini disebabkan oleh pembentukan partikel karbon atau senyawa lain yang tidak sepenuhnya terbakar, dan bahan bakar minyak jelantah mengandung campuran berbagai jenis lemak sehingga membuat warna api menjadi orange. sedangkan penggunaan oli bekas menghasilkan warna api berwarna paling biru dibandingkan solar, warna biru pada api umumnya menunjukkan bahwa pembakaran bahan bakar berlangsung dengan efisien dan relatif bersih dengan kata lain kandungan oli memiliki karakteristik yang lengkap dan bersih sehingga menghasilkan warna api biru, kemudian jika minyak jelantah gabungkan dengan oli bekas akan menghasilkan dua warna api ini dikarenakan adanya dua karakteristik dan unsur senyawa yang terbakar sehingga menghasilkan dua warna nyala api yakni oli bekas warna biru dan minyak jelantah warna apinya kuning

References

[1] Pratama, Y. (2022). Perhitungan Laju Perpindahan Panas Pada Kompor Dengan Bakar Minyak Jelantah (Doctoral dissertation, 021008 Universitas Tridinanti Palembang).

[2] EL AMAR, M. F. (2021). Perancangan Ulang Alat Tungku Bahan Bakar Kayu yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis Menggunakan Metode TRIZ (Theory of Inventive Problem Solving) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau).

[3] Karminingtyas, S. R., Vifta, R. L., & Lestari, P. (2020). Pencegahan Dini Bahaya Kolesterol dan Penyertanya Melalui Pengolahan Limbah Jelantah menjadi Waste Soap Serbaguna. Indonesia Journal Of Comunity Empowerment (IJCE), 6–12.

[4] Rumaisa, D., Christy, E., & Hermanto, H. (2019). Fungsi Dinas Lingkungan Hidup Surakarta Dalam Pengendalian Pencemaran Sungai (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta). Jurnal Hukum Media Bhakti, 3(2), 128–141. https://doi.org/10.32501/jhmb.v3i2.8 8

[5] Bambang Sudaryana, D. E. A., Ak, M., Agusiady, H. R., & SE, M. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif. Deepublish.

[6] Mulyaningsih, D. (2023). Analisa Variasi Jenis Bahan Bakar Terhadap Kualitas Api Pembakaran Pada Kompor Blower (Doctoral dissertation, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Teknik Mesin).

[7] Rahmaddy, M. R., & Sani, A. A. (2021). Pengaruh Katalis (Naoh) Dalam Proses Serta Hasil Pengolahan Oli Bekas Menjadi Bahan Bakar Cair (BBC). MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan, 2(1), 8-14

Downloads

Published

2024-12-09