Kinerja Pegawai Di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa
Keywords:
Kinerja Pegawai, Pelayanan PublikAbstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menilai atau menganalisis performa pegawai serta kebijakan pemerintah dalam melaksanakan layanan publik di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan dan lebih fokus pada pemahaman makna, dasar dari penerapan teori ini agar penelitian dapat selaras dengan kenyataan yang terjadi di lapangan atau tempat penelitian. Pengumpulan informasi dilakukan melalui tiga langkah, yaitu pengamatan, percakapan, dan analisis dokumen. Dari hasil studi dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kinerja petugas publik dalam memproses legalisir ijazah di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa masih belum sepenuhnya efektif atau tidak terlalu memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari tiga indikator, yaitu: 1) Mekanisme pelayanan, dalam memberikan layanan kepada masyarakat, bisa dibilang sudah cukup baik. Ini dapat dibuktikan dengan adanya proses layanan yang sudah diatur dengan baik, dan kinerja pelayanan tetap mengikuti prosedur atau SOP yang ada berdasarkan hal-hal yang dianggap penting. Namun, dalam praktiknya, masih ada orang-orang yang tidak tahu tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi saat melegalisir ijazah, salah satunya adalah dokumen yang tidak lengkap. 2) Sarana dan Prasarana yaitu fasilitas yang digunakan untuk memberikan layanan dalam pembuatan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh masyarakat masih belum cukup memadai dari segi kapasitas. 3) Kualitas kompetensi para petugas yang memberikan layanan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa adalah baik, karena mereka telah mengikuti berbagai pelatihan dan BIMTEK (Bimbingan Teknis). Meskipun demikian, mereka masih menghadapi masalah dengan penyelesaian tugas dan tanggung jawab yang kadang tidak sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, sehingga menjadi tidak efektif dan belum memenuhi standar, ditambah dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
References