Pakar Geomatika ITB Ungkap Munculnya Scatter Hitam Penyebab Banjir di Aceh

Merek: TOKO ONLINE
Rp. 50.000
Bebas Biaya 100%
Kuantitas

Fenomena banjir yang berulang di Aceh kembali menjadi sorotan publik setelah analisis citra satelit terbaru mengungkap keberadaan scatter hitam pada wilayah terdampak. Seorang pakar geomatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa pola ini bukan sekadar artefak visual pada citra satelit, melainkan indikasi dari perubahan kondisi permukaan yang signifikan. Temuan tersebut membuka diskusi baru mengenai bagaimana pengelolaan ruang, perubahan lingkungan, dan dinamika tutupan lahan berperan besar dalam memperburuk risiko banjir.

Citra Satelit Menjadi Kunci: Mengapa Scatter Hitam Muncul?

Pada analisis penginderaan jauh, pola scatter hitam biasanya muncul sebagai area dengan nilai pantulan sangat rendah. Ini menandakan adanya permukaan yang menyerap gelombang radar atau optik secara dominan, seperti daerah yang dipenuhi air, tanah jenuh, atau material yang kehilangan struktur alaminya.

Menurut pakar geomatika ITB, pola ini ditemukan di sepanjang aliran sungai dan kawasan dataran rendah Aceh yang baru-baru ini terendam. Korelasinya sangat kuat dengan lokasi-lokasi yang mengalami limpasan air paling parah.

Dalam konteks kebencanaan, fenomena tersebut dapat memberi gambaran bahwa banjir tidak hanya dipicu oleh intensitas hujan, tetapi juga kondisi fisik permukaan yang berubah secara cepat. Dengan kata lain, data satelit memperlihatkan bahwa wilayah tersebut memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi daripada yang diasumsikan sebelumnya.

Perubahan Tutupan Lahan Menjadi Faktor Risiko Tambahan

Scatter hitam yang muncul dalam skala luas sering kali mengindikasikan berkurangnya kemampuan tanah menyerap air. Beberapa faktor yang mungkin berkaitan meliputi:

1. Pudarnya Vegetasi Alami

Vegetasi berfungsi sebagai penyimpan air sekaligus penahan erosi. Ketika tutupan lahan berubah secara signifikan—baik akibat pembangunan, aktivitas pertanian intensif, maupun konversi lahan—kemampuan tanah menahan aliran permukaan menurun drastis. Citra satelit memperlihatkan pola kontras antara area yang masih memiliki pepohonan dengan area yang berubah menjadi permukaan keras atau tanah terbuka.

2. Pembentukan Permukaan Kedap Air

Permukaan seperti beton, aspal, area pemukiman padat, atau lahan industri menciptakan kondisi kedap air. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tidak meresap ke dalam tanah dan langsung mengalir menuju titik-titik rendah. Scatter hitam yang tampak cenderung berhubungan dengan area yang mengalami urbanisasi pesat dalam beberapa tahun terakhir.

3. Sedimentasi Sungai yang Meningkat

Pengendapan sedimen di sungai dapat mengurangi kapasitas alirannya. Ketika sungai kehilangan kedalamannya, air lebih mudah meluap ke permukiman di sekitarnya. Pola hitam pada citra radar sering kali menunjukkan genangan yang tetap bertahan meski hujan telah berhenti, sebuah tanda bahwa air tidak memiliki jalur keluar yang memadai.

Dampak Hidrometeorologi dan Perubahan Iklim

Selain faktor perubahan lahan, Aceh juga menghadapi kondisi hidrometeorologi ekstrem. Curah hujan yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang serupa dengan wilayah tropis lain di dunia yang terdampak perubahan iklim.

Pakar geomatika menekankan bahwa hujan intensitas tinggi bukan satu-satunya penyebab banjir, namun menjadi pemicu utama pada lingkungan yang sudah rentan. Kombinasi antara hujan ekstrem dan permukaan tanah yang tidak lagi mampu menyerap air menciptakan situasi kritis dalam waktu singkat.

Pentingnya Citra Satelit dalam Mitigasi Bencana

Analisis citra satelit memberikan keunggulan dibandingkan metode pemantauan tradisional, terutama karena:

- Cakupan luas: Memudahkan identifikasi area yang terdampak dalam skala besar.

- Pemantauan berulang: Memungkinkan pendeteksian perubahan harian hingga bulanan.

- Akurasi tinggi pada deteksi pola air, kelembapan tanah, dan deformasi permukaan.

Teknologi penginderaan jauh dapat membantu pemerintah daerah memetakan area yang potensial mengalami banjir ulang, sehingga strategi mitigasi menjadi lebih terarah.

Pemodelan Risiko dan Rekomendasi Berdasarkan Temuan Lapangan

Berdasarkan fenomena scatter hitam yang ditemukan, beberapa langkah strategis yang perlu dipertimbangkan meliputi:

1. Rehabilitasi Daerah Resapan

Wilayah yang menunjukkan karakteristik penyerapan rendah perlu dikembalikan fungsi ekologisnya. Rehabilitasi vegetasi, pengelolaan DAS, dan perlindungan hutan menjadi fokus utama.

2. Normalisasi dan Restorasi Sungai

Sedimentasi yang menumpuk harus ditangani melalui pengerukan terukur. Pendekatan restoratif seperti pelebaran sungai dan pembangunan jalur hijau di sisi DAS juga sangat diperlukan.

3. Pengendalian Tata Ruang

Pemetaan berbasis satelit dapat membantu mengidentifikasi wilayah yang tidak layak untuk permukiman karena potensi banjir yang tinggi. Regulasi zonasi menjadi kunci agar pembangunan tidak memperparah kerentanan lingkungan.

4. Pembangunan Infrastruktur Berbasis Ramah Air

Teknik seperti sumur resapan, kolam retensi, dan permeable pavement dapat meminimalkan aliran permukaan secara signifikan.

Peran Masyarakat dalam Mengurangi Kerentanan

Selain kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pengurangan risiko banjir. Edukasi mengenai pengelolaan air, pentingnya menjaga vegetasi sekitar sungai, hingga pengelolaan sampah yang lebih baik dapat membantu menjaga alur air tetap lancar. Setiap perubahan kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar terhadap kestabilan lingkungan daerah tersebut.

Harapan Baru dari Dunia Geomatika

Analisis scatter hitam dari citra satelit membuktikan bahwa teknologi geomatika memiliki peran vital dalam memprediksi dan memahami dinamika bencana hidrometeorologi. Dengan data yang semakin presisi, penelitian ini membuka peluang besar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons wilayah rawan banjir seperti Aceh. Integrasi antara teknologi, kebijakan, dan edukasi masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tahan terhadap ancaman banjir di masa depan.

@TOKO ONLINE