CAMPUR KODE BAHASA BETEW TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH

SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/aa557c88

Keywords:

Campur Kode, Bahasa Betew, Bahasa Indonesia, Kajian Sosiolinguistik

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena campur kode bahasa daerah Betew terhadap penggunaan bahasa Indonesia di sekolah berdasarkan kajian sosiolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari siswa kelas VII SMP Negeri 20 Raja Ampat, yang berjumlah 22 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan perekaman. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sering melakukan campur kode saat proses pembelajaran. Berdasarkan data yang terkumpul, campur kode yang paling dominan adalah penggantian kata-kata dalam bahasa Indonesia dengan kosakata bahasa Betew. Hal ini terjadi karena siswa merasa bahwa kata dalam bahasa Betew memiliki makna yang sudah dipahami oleh guru, sehingga penggunaan kata tersebut dianggap lebih mudah dan efektif. Selain itu, pengaruh bahasa Betew juga terlihat pada penggunaan frasa (kelompok kata), meskipun penggunaannya tidak sebanyak kosakata. Unsur bahasa Betew lainnya yang digunakan adalah klausa, meskipun frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan kosakata dan frasa. Secara keseluruhan, campur kode bahasa Betew terjadi karena sudah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Siswa juga sering kali mengalami kesulitan dalam menemukan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia, yang membuat mereka memilih untuk menggunakan bahasa Betew sebagai alternatif. Implikasi hasil penelitian ini menjadi referensi bagi guru Bahasa Indonesia untuk mengarahkan siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam interaksi belajar-mengajar.

References

Abdullah, A., et al. (2020). Afiks infleksi dan derivasi dalam bahasa Gorontalo. Ideas Publishing, 6(4), 397–414. https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/305

Chaer, A., & Leoni, A. (1995). Sociolinguistic: Suatu pengantar. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, A., & Leoni, A. (2004). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Franesti, D. (2021). Eksistensi penggunaan bahasa Indonesia yang baku di kalangan remaja. In Bahasa, sastra, dan pembelajarannya di era berkelimpahan (pp. 39–50). https://komunikologi.esaunggul.ac.id/index.php/KM/article/view/516/255

Holmes, J. (1992). An introduction to sociolinguistics. New York: Longman.

Iffah, F., & Yasni, Y. F. (2022). Manusia sebagai makhluk sosial. Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi, 1(1), 38–47. https://ejournal.uinmybatusangkar.ac.id/ojs/index.php/lathaif/article/viewFile/5926/2494

Kandow, A., Loho, J. J., & Wantania, T. (2021). Sikap siswa terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran kelas X siswa SMA Negeri 1 Tondano. Skripsi, Universitas Negeri Manado.

Lengkong, P. B., Polii, I. J., & Wantania, T. (2024). Campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Manado dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Tondano: Kajian sosiolinguistik. Kompetensi: Jurnal Bahasa dan Seni, 2025, 560–571. https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/kompetensi/article/download/9302/6040

Maban, C., Pesik, N., & Wantania, T. (2021). Alih kode bahasa Tobelo dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X SMA Negeri 9 Halmahera. E-Journal Bahtra, 1(1), Juni. http://ejournal.unima.ac.id/index.php/bahtra/article/view/2779

Mailana, O. (2022). Bahasa sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia. KAMPRET Journal, 1(2). http://www.plus62.isha.or.id/index.php/kampret

Masitoh, S. (2013). Campur kode bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa pada siaran radio Jampi Sayah di Radio SKB POP FM Gombong. Pendidikan, Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa – Universitas Muhammadiyah Purworejo, 3(1), 28–33. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1315868

Pangemanan, N. J., Wantalangi, M., & Maru, M. G. (2018). Address terms among the young male speakers of Manado Malay in Manado City. In Proceedings of the 1st International Conference on Social Sciences (ICSS 2018) (Vol. 226). Atlantis Press.

Purba, J. (2015). Pengelolaan lingkungan sosial. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ratu, D. M., Meruntu, O. S., & Palar. (2018). Pragmatic implicature of Manado Malay speaker’s question. In Proceedings of the 1st International Conference on Social Sciences (ICSS 2018) (Vol. 226). Atlantis Press.

Saputra, H. D. (2018). Upaya pemertahanan bahasa daerah Besemah sebagai bagian pelestarian kearifan lokal. Jurnal Medan Makna, 16(1), 88–99. https://doi.org/10.26499/mm.v16i1.2275

Simatupang, R. R., Rohmadi, M., & Saddhono, K. (2018). Tuturan dalam pembelajaran bahasa Indonesia (Kajian sosiolinguistik alih kode dan campur kode). Kajian Linguistik dan Sastra, 3(2), 119–130. https://journal.upgris.ac.id/index.php/sasindo/article/download/16153/7185

Singh, M., & Quraishah, A. (2012). Code-switching among military cadet officers during group interaction. ScienceDirect, 66, 64–75.

Suandi, N. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jkom/article/downloadSuppFile/8250/1557

Tamboto, J. H. (2021). Alih kode dan campur kode dalam interaksi mahasiswa. SoCul: International Journal of Research in Social Culture Issues, 1(2).

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

CAMPUR KODE BAHASA BETEW TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK. (2026). KOMPETENSI, 5(3), 1109-1116. https://doi.org/10.53682/aa557c88