KAJIAN MAKNA SPIRITUAL TERHADAP MANTRA DAN SIMBOL-SIMBOL SPIRITUAL DALAM UPACARA MELASTI DI PURA BEJI
DOI:
https://doi.org/10.53682/tt2rs105Keywords:
Upacara Melasti, Makna Spiritual, Kajian Simbol, Bolaang MongondowAbstract
Upacara melasti adalah upacara penyucian diri dan alam semesta yang di dalamnya terdapat beberapa mantra dan simbol yang memiliki makna spiritual. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara melasti adat hindu bali. Penelitian deksrptif kualitatif ini di lakukan di Kecamatan Dumoga utara dengan waktu penelitian selama 1bulan. Penelitian ini menggunakan informan sebagai sumber data primer, sementara buku dan literatur yang relevan dengan penelitian menjadi sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 tahapan dalam mantra upacara melasti yang pertama yaitu tahap persiapan, kedua tahap nuur ida betara, ketiga sembahyang bersama dan kegatan akhir. Empat tahapan diatas memiliki beberapa mantra di dalamnya dan memiliki makna spiritual yaitu sebagai penyucian diri dan alam semesta, permohonan restu dari Dewa-dewi, pelepasan ego dan pengosongan diri serta penghormatan terhadap dewa dewi. Selain mantra dipenelitian ini juga terdapat simbol simbol sakral seperti Pratima, Jempana, Banten, Umbul-umbul, Senjata Dewa Nawa Sanga, dan Tirtha Amertha. Kajian makna spiritual terhadap mantra dan simbol-simbol spiritual dalam upacara melasti juga dapat di implikasikan dalam penguatan pendidikan karakter sesuai dengan fokus Kurikulum Merdeka karena dalam kajian ini dapat memperkaya pemahaman siswa tentang makna spiritual dalam budaya lokal.
References
Asih, N. W. S., Polii, I. J., & Monoarfa, S. (2024). Analisis makna spiritual dan stilistika mantra pawiwahan dalam adat Hindu Bali: Sebuah studi deskriptif di Desa Werdhi Agung. Kompetensi, 4(6), 370–378.
Dauh, I. W., & Dharma, M. S. B. (2020). Tradisi Melasti dalam rangkaian Hari Raya Nyepi di Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng. Vidyawertta, 4(1), 33–46. https://ejournal.unhi.ac.id/index.php/vidyawertta
Dwijeendra, N. K. A. (2020). Eksistensi pura dan ritual keagamaan masyarakat Bali perantauan. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 16(1), 45–56.
Gateri, N. W., & Subagiasta, I. K. (2023). Filosofi upacara Melasti serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 bagi umat Hindu Kalimantan Tengah. Jurnal Agama dan Sains, 2(1), 85–103.
Hendro, E. P. (2020). Simbol: Arti fungsi dan implementasi metodologisnya. Endogomi: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 158–165.
Iroth, S., Suparno, D., & Febriawan, I. W. (2021). Makna mantra pada komunikasi spiritual pemimpin agama dengan Tuhannya: Kremasi tradisional Bali di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Bolaang, Mongondow Selatan. Jurnal Interaksi Peradaban, 1(2), 56.
Jelantik, S. K. (2022). Etika komunikasi bisnis Serati Banten di Kota Mataram. Wasya Jurnal, 1(1), 35–46.
Kariarta, I. W. (2021). Upacara Melasti (resakralisasi dalam perspektif teologi sosial). Jurnal Teologi Hindu, 3(1), 63–72.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa. Kementerian Pendidikan Nasional.
Marzali, A. (2014). Memajukan kebudayaan nasional Indonesia. Humaniora, 26(3), 251–265.
Nawawi, H. H. (1993). Metode penelitian bidang sosial. Gadjah Mada University Press.
Norminaa. (2017). Pendidikan dalam kebudayaan. Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan, 15(28), 20.
Suadnaya, E. P. B. I., & Prathiwingsih, S. P. (2023). Pembinaan generasi muda Hindu terhadap representasi Tuhan dalam simbol pratima dan pralingga di Desa Adat Padang Keling. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 81–88.
Sudharta, R. T., & Oka, B. I. (2010). Upadesa tentang ajaran-ajaran agama Hindu. Paramita.
Sujana, I., Susila, N., Jaman, G., & Dkk. (2008). Pedoman Serati Banten. Widya Dharma.
Sukiada, K. (2019). Panca Yadnya dalam ritual keagamaan Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah. Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen, 3(2), 54–92.
Sukrawati, N. M. (2022). Panca Yadnya. Penulis.
Utami, D. (2019). Makna ritual Melasti bagi masyarakat Hindu di Pantai Pasir Putih Lampung Selatan, Bandar Lampung. [Skripsi tidak diterbitkan]. Diakses dari https://repository.radenintan.ac.id
Wiana, I. K. (2019). Pelestarian budaya Bali di perantauan. Jurnal Kajian Bali, 9(2), 225–232.
Wilantari, N. N. A. (2017). Ilmu komunikasi di dalam pendidikan agama Hindu. Jurnal Dharma Duta, 15.
Wiriawan, N. G. I. (2020). Upacara manusa yadnya dalam lontar smarareka. Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra, 10(2), 93–100.
Yasa, I. W., Windia, W., & Sumartana. (2019). Pelaksanaan upacara keagamaan pada masyarakat Bali perantauan. Jurnal Ilmiah Peradun, 7(1), 65–76.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 KOMPETENSI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.