KETIDAKADILAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NASKAH MONOLOG BALADA SUMARAH KARYA TENTREM LESTARI DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/5z49hf46

Keywords:

Monolog Balada Sumarah, Tantrem Lestari, Pembelajaran Sastra, Analisis Karya Sastra

Abstract

Naskah monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1999 dan direvisi pada tahun 2004, mengangkat tema dendam serta menggambarkan ketidakadilan yang dialami perempuan melalui diskriminasi, kekerasan, dan marginalisasi tokoh Sumarah. Oleh karena itu, naskah ini relevan dikaji dalam pembelajaran sastra di SMA untuk menumbuhkan kesadaran kritis siswa terhadap isu gender dan keadilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang ditampilkan dalam naskah monolog Balada Sumarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis), dengan sumber data berupa naskah monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari. Proses analisis meliputi kegiatan membaca, mencatat data, membaca ulang, mengklasifikasikan, mendiskusikan, menyajikan data, serta menarik kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan adalah feminisme Geofe, yang memandang feminisme sebagai gerakan terorganisasi untuk memperjuangkan hak dan kepentingan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender dialami tokoh Sumarah dalam berbagai bentuk, yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip negatif, kekerasan fisik dan psikis, pelecehan, serta beban kerja berlebihan tanpa upah. Tokoh Sumarah digambarkan sebagai sosok perempuan yang kompleks, menjadi korban peristiwa sejarah besar, namun tetap menunjukkan keteguhan dan kekuatan. Implikasi penelitian ini dalam pembelajaran sastra pada Kurikulum Merdeka adalah menumbuhkan kesadaran siswa terhadap isu sosial, khususnya kekerasan terhadap perempuan dan anak akibat budaya patriarki, serta mendorong siswa untuk menghormati hak asasi manusia dan menolak segala bentuk kekerasan dan objektifikasi terhadap perempuan.

References

Adipati, Y. (2013). Citra perempuan dalam novel Kemayoran karya Nh. Dini dan sumbangannya terhadap pembelajaran sastra di sekolah menengah atas: Suatu kajian feminisme [Skripsi, Universitas Negeri Manado].

Aminuddin, M. P., & Suryana, H. (2023). Pengantar apresiasi karya sastra. PT Sinar Baru Algensindo.

Alakhunova, N., Diallo, O., Martin del Campo, I., & Tallarico, W. (2015). Defining marginalization: An assessment tool. The George Washington University.

Arkalalandshary. (2015). Pengertian sastra serta manfaatnya. https://arkalalandshary.blogspot.com/

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Sastra: Karya dan perayaannya. https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/berita-detail/3586/sastra-karya-dan-perayaannya

Gasong, D. (2019). Definisi sastra Indonesia. Academia.edu. https://www.academia.edu/9057692/Definisi_sastra_indonesia

Djayanegara, S. (2003). Kritik sastra feminis: Sebuah pengantar. Gramedia Pustaka Utama.

Geofe. (2005). Feminisme sebagai kegiatan terorganisasi yang memperjuangkan hak-hak dan kepentingan perempuan. Dalam A. Sugihastuti & E. Suharto (Eds.), Kritik sastra feminis: Teori dan aplikasinya (hlm. 18–61). Pustaka Pelajar.

Hudson, W. H. (1910). An introduction to the study of literature (2nd ed.). George G. Harrap & Co. Ltd.

Irsyad, V., & Zulfadhli, Z. (2023). Diskriminasi perempuan dalam monolog Balada Sumarah karya Tentrem Lestari. Persona: Kajian Bahasa dan Sastra, 2(2), 315–322.

Karwati, L. (2020). Menolak subordinasi gender berdasarkan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan nasional menjelang bonus demografi 2035. Jurnal Cendekiawan Ilmiah PLS, 5(2), 122–129.

KBBI. (n.d.). Puisi. https://kbbi.web.id/puisi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024, May). Kemendikbudristek dorong pemanfaatan bacaan sastra dalam Kurikulum Merdeka. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2024/05/kemendikbudristek-dorong-pemanfaatan-bacaan-sastra-dalam-kurikulum-merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (n.d.). Capaian pembelajaran fase F bahasa Indonesia SD–SMA. https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/referensi-penerapan/capaian-pembelajaran/sd-sma/bahasa-indonesia/fase-f/

Koalisi Perempuan Indonesia. (2015). Nilai dan prinsip. https://www.koalisiperempuan.or.id/tentang/nilai-dan-prinsip/

Lestari, T. (2004). Balada Sumarah. Dalam B. Kartaredjasa (Ed.), Sphinx Triple-X: Antologi naskah monolog anti budaya korupsi. Swadaya.

Marentek, C., Palar, W. R., & Pangemanan, N. J. (2021). Citra perempuan dan ketidakadilan gender dalam novel Saat Hati Telah Memilih karya Mira W dan implikasinya bagi pembelajaran sastra di sekolah. Jurnal Bahtra, 2(1).

Maskikit, K. (2016). Aspek kekerasan terhadap perempuan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya bagi pembelajaran sastra di SMA: Suatu kajian feminisme [Skripsi, Universitas Negeri Manado].

Moleong, L. J. (2017). Metode penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, B., & Efendi, A. (2013). Prioritas penentuan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra remaja. Jurnal Cakrawala Pendidikan.

Suroso. (2015). Drama: Teori dan praktik pementasan. Elmatera.

Teeuw, A. (2015). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra (Cet. V). PT Dunia Pustaka Jaya.

Thabroni, G. (2019). Sastra: Pengertian, sejarah, jenis, dan fungsi (pendapat ahli). https://serupa.id/sastra-pengertian-sejarah-jenis-fungsi-pendapat-ahli

Winardo, R. A. W. (2021). Analisis kritik sosial dalam kumpulan teks monolog Peksiminas 2018 [Disertasi doktoral, Universitas Batanghari]. http://repository.unbari.ac.id/939/

Wollstonecraft, M. (2016). Vindication of the rights of woman. Dalam Democracy: A reader (pp. 297–306). Columbia University Press.

Yusra, A., Eliza, R., Al Munawaroh, Z., Amanda, R., Angelica, A., & Akila, O. R. (2023). Literatur review integritas nilai-nilai budaya Minangkabau dalam bimbingan dan konseling. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 9928–9941.

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

KETIDAKADILAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NASKAH MONOLOG BALADA SUMARAH KARYA TENTREM LESTARI DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA. (2026). KOMPETENSI, 5(4), 1189-1201. https://doi.org/10.53682/5z49hf46