NILAI BUDAYA DALAM FILM TARUNG SARUNG KARYA ARCHIE HEKAGERY DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/t0mrp669

Keywords:

Nilai Budaya, Analisis Film, Film Tarung Sarung, Archie Hekagery, Pembelajaran Sastra

Abstract

Penelitian ini berfokus pada nilai budaya dalam film Tarung Sarung sebagai sarana penting dalam memahami dan menginternalisasi nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan nilai budaya dalam film Tarung Sarung karya Archie Hekagery dan implikasinya pada pembelajaran sastra di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan sumber data utama adalah film Tarung Sarung. Sumber data penelitian adalah data primer berupa analisis langsung terhadap film tersebut, serta data sekunder dari artikel, jurnal dan website resmi. Teknik pengumpulan data melalui menyimak, mencatat, dan studi kepustakaan. Cara analisis data yang digunakan yaitu memutar dan menonton film Tarung Sarung secara berulang-ulang, menyimak setiap adegan dan dialog, mencatat, merekam layar gambar, dan menyajikan temuan dalam bentuk teks narasi, melakukan verifikasi kembali terkait temuan, serta menarik kesimpulan mengenai nilai budaya dalam film Tarung Sarung. Nilai budaya yang ditemukan meliputi nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, yaitu ketakwaan, tawakal serta berdoa. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain yakni keikhlasan, berterimakasih, kepedulian, pengorbanan, bertanggung jawab, cinta kasih. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat ialah keadilan dan gotong royong. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri adalah keberanian, percaya diri, kejujuran dan keteguhan hati. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam yakni cinta alam. Temuan penelitian ini memiliki implikasi signifikan bagi pembelajaran sastra, terutama dalam konteks kurikulum merdeka di mana nilai budaya dalam film memegang peranan penting terhadap pengetahuan siswa dalam pembelajaran sastra.

References

Al Katuuk, U. M. K. (2019). Literasi film dalam perspektif pendidikan pada mata kuliah teori dan apresiasi film. LP2AI UNIMA.

Amalia, N., Siagian, N., Riani, L., Faradila, I., Wulandari, N., & Rambe, U. K. (2021). Keaktifan gotong royong berpengaruh meningkatkan interaksi sosial dan menumbuhkan rasa solidaritas di Desa Siamporik. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(2), 75–80.

Djamaris. (1993). Menggali khasanah sastra Melayu klasik. Balai Pustaka.

Ermawati, E., & Widodo, J. (2015). Pengaruh pengetahuan wirausaha dan kepercayaan diri terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI jurusan pemasaran SMK Negeri 2 Semarang tahun ajaran 2014/2015. Economic Education Analysis Journal, 4(3).

Febrianshari, D., et al. (2018). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD, 6(1), 88–95.

Hemdi, Y. (2019). 4 kata ajaib: Terima kasih. PT Bhuana Ilmu Populer.

Hilmi, F. A. (2022). Representasi nilai budaya Jawa yang terdapat di dalam film Perempuan Tanah Jahanam karya Joko Anwar dan implikasinya dalam pembelajaran sastra. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran, 17(16).

Ihsan, N. (2022). Makna kata taqwa dalam Al-Qur’an: Surat Al-Baqarah. Jurnal Studi Pesantren, 2(2), 49–58.

Julia, P., & Ati. (2019). Peranan guru dalam meningkatkan nilai karakter disiplin dan kejujuran siswa di SD Unggul Lampeunerut. Jurnal Dedikasi Pendidikan, 3(2), 185–195.

Khan, S., Paath, R., & Roty, V. (2021). Analisis nilai moral dalam film Dua Garis Biru karya Gina S. Noer dan implikasinya pada pembelajaran sastra. Kompetensi: Jurnal Bahasa dan Seni, 1(9), 780–785.

Khotimah, K., & Isdaryanto, N. (2022). Penumbuhan karakter cinta alam dalam kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Pelajar Pecinta Alam (IPPA) di MAN 1 Banjarnegara. Unnes Civic Education Journal, 8(1), 44–51.

Koentjaraningrat. (1985). Mentalitas dan pembangunan. Gramedia.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Nafis, M. C., & Widyastuti, Y. (2019). The role of gotong royong in strengthening social capital in rural Indonesia. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 23(1), 19–32. https://doi.org/10.1016/j.jskm.2018.10.003

Nafsika, S. S., Soeteja, Z. S., Sarbeni, I., & Supiarza, H. (2022). Aesthetic film: Constructive perspective art directors. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 17(2), 118–126.

Nitisemito, A. S. (1982). Manajemen personalia (Manajemen sumber daya manusia). Ghalia Indonesia.

Pantow, F. M., Ratu, D. M., & Meruntu, O. S. (2021). Nilai-nilai moral dalam teks anekdot Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan implikasinya bagi pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal BAHTRA, 2, 22–35.

Poerwadarminta, W. J. S. (1984). Kamus besar umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Rahmadani, R. N. (2021). Konsep ikhlas perspektif iman Al-Ghazali dan Hamka: Studi komparatif (Doctoral dissertation). UIN Sunan Gunung Djati Bandung. https://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/43234

Ratu, A., Al Katuuk, K., & Polii, I. J. (2021). Semiotika perubahan sikap tokoh Annelies dalam film Bumi Manusia karya Hanung Bramantyo. Jurnal BAHTRA, 1(2).

Sari. (2015). Nilai budaya dalam film Korea The Moon That Embraces the Sun (Kajian ekstrinsik sulih suara). Universitas Negeri Jakarta. http://repository.unj.ac.id/id/eprint/28054

Sudi, S., Sham, F. M., & Yama, P. (2017). Spiritual in the Qur’an: Concepts and constructs. Al-Irsyad: Journal of Islamic and Contemporary Issues, 2(1), 59–72.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susiati, S. (2020). Nilai budaya suku Bajo Sampela dalam film The Mirror Never Lies karya Kamila Andini.

Syukur, A. (2017). Dahsyatnya sabar, syukur, ikhlas, dan tawakal. Safira.

Tambunan, F., & Hasibuan, R. (2019). Pengaruh percaya diri terhadap berwirausaha. IKRAITH-EKONOMIKA, 2(2), 35–41.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

NILAI BUDAYA DALAM FILM TARUNG SARUNG KARYA ARCHIE HEKAGERY DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH. (2026). KOMPETENSI, 5(5), 1229-1243. https://doi.org/10.53682/t0mrp669