KAJIAN NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT SANGIHE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/2bpbx608

Keywords:

Cerita Rakyat, Nilai Sosial Budaya, Pembelajaran Sastra, Analisis Cerpen

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial budaya dalam cerita rakyat Sangihe serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra. Cerita rakyat dipandang sebagai media penting dalam memahami dan menginternalisasi nilai-nilai sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa dua cerita rakyat Sangihe, yaitu Tiga Kesatria dari Dagho dan Penyesalan Gumansalangi. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan teknik pencatatan (note-taking) terhadap sumber-sumber relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) serta didukung oleh teori nilai sosial Talcott Parsons tentang empat fungsi dasar sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut mengandung berbagai nilai sosial budaya, antara lain keberanian, semangat, penghargaan terhadap diri sendiri, ketenangan hidup, kepatuhan, pantang menyerah, kegigihan, cinta damai, kasih sayang, keadilan, kebijaksanaan, kebaikan hati, pemberian nasihat, kesadaran akan kesalahan, menepati janji, patuh kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, kesabaran, keluhuran budi, dan sikap meminta maaf. Cerita rakyat Sangihe memiliki potensi sebagai media pembelajaran sastra di sekolah untuk membentuk karakter siswa, meningkatkan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, serta mengenalkan budaya lokal. Materi pembelajaran dapat mencakup analisis struktur cerita, identifikasi nilai-nilai sosial budaya, dan diskusi reflektif. Dengan demikian, cerita rakyat Sangihe dapat berperan penting dalam penanaman nilai-nilai sosial budaya dan penguatan karakter peserta didik sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

References

Aminuddin. (1987). Pengantar apresiasi karya sastra. Sinar Baru.

Ben-Amos, D. (2023). Between intangible cultural heritage and folklore. Folklor/Edebiyat, 29(114), 347–386.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1982). Qualitative research for education: An introduction to theory and methods. Allyn & Bacon.

Culler, J. (2007). The literary in theory. Stanford University Press.

Djojosuroto, K., & Pelenkahu, N. (2009). Teori apresiasi dan pembelajaran prosa. Pustaka Book Publisher.

Dundes, A. (2019). Who are the folk? In Frontiers of folklore (pp. 17–35). Routledge.

Felski, R. (2015). The limits of critique. University of Chicago Press.

Giddens, A. (2013). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. Polity Press.

Gusnetti, S., & Isnanda, R. (2015). Struktur dan nilai-nilai pendidikan dalam cerita rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 183–192.

Hanafi, A., Rohim, D. N., & Muzakkir, M. (2024). Peran pendidikan sosiologi dalam membentuk kesadaran sosial peserta didik di SMA Negeri 9 Makassar. Jurnal Al-Qiyam, 5(1), 106–112.

Khak, M. A. (2016). Cerita rakyat tiga kasatria dari Dagho. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kirshenblatt-Gimblett, B. (2016). Folklore and the public sphere. Journal of Folklore Research, 53(1), 1–20.

Koentjaraningrat. (1984). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Djambatan.

Kuantitatif, P. P. (2016). Metode penelitian kunatitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Lawendatu, Y., Ratu, D. M., & Palar, W. R. (2022). Nilai-nilai budaya dalam cerita rakyat Sangihe “Bukide Batu” dan “Gumansalangi” dan implikasinya bagi pembelajaran sastra di sekolah. Kompetensi, 2(12), 1818–1831.

Litod, A., Al Katuuk, U. K., & Polii, I. J. (2024). Nilai pendidikan karakter dalam film Di Bawah Umur karya Erisca Febriani dan implikasinya dalam pembelajaran sastra. Kompetensi, 4(1), 1–5.

Maisyaroh, R. R., Sukarman, S., Rozaq, A., & Zaini, Z. (2025). Pemberdayaan pendidikan karakter di Sekolah Dasar Negeri 3 Langon dalam membangun generasi berintegritas. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 5(1), 735–740.

Mangundap, D., Polii, I. J., & Rotty, V. N. (2022). Resepsi nilai-nilai moral dalam puisi “Sajak Kepada Bung Dadi” karya Wiji Thukul dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bitung. Kompetensi, 2(12), 1856–1864.

Markus, H. R., & Kitayama, S. (1991). Culture and the self: Implications for cognition, emotion, and motivation. Psychological Review, 98(2), 224–253.

Maryati, & Suryawati, J. (2010). Sosiologi untuk SMA dan MA Jilid 1. PT Gelora Aksara Pratama.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Muntaha, P. Z., & Wekke, I. S. (2017). Paradigma pendidikan Islam multikultural: Keberagamaan Indonesia dalam keberagaman. Intizar, 23(1), 17–40.

Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. UGM Press.

Ortner, S. B. (2006). Anthropology and social theory: Culture, power, and the acting subject. Duke University Press.

Parsons, T. (1966). Societies: Evolutionary and comparative perspectives. Prentice-Hall.

Rohim, F. (2019). Penggunaan cerita rakyat dalam pembelajaran sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(1), 1–10.

Rohmawati, A., Suyanto, E., & Rusminto, N. E. (2014). Nilai sosial, budaya, dan agama dalam cerita Radin Djambat serta implikasinya. J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), n.p.

Semi. (1993). Sastra lisan. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Susanto, A. (2017). Pembelajaran sastra berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(1), 1–8.

Waney, C. S. V., Al Katuuk, U. K., & Palar, W. R. (2024). Nilai moral dalam film Imperfect: Karier, cinta dan timbangan karya Ernest Prakarsa serta implikasinya bagi pembelajaran sastra di SMA. Kompetensi, 4(9), 604–611.

Winerugan, S., Lintjewas, J., & Polii, I. J. (2021). Nilai sosial budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Minahasa yang berjudul Lipan dan Konimpis. Jurnal Bahtra, 2(1).

Downloads

Published

2026-01-12

How to Cite

KAJIAN NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT SANGIHE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA. (2026). KOMPETENSI, 5(4), 1129-1140. https://doi.org/10.53682/2bpbx608