EKSPRESI EMOSIONAL DALAM NYANYIAN BAODE

STUDI DI DESA MALINO, BANGGAI SELATAN

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/drfbxz66

Keywords:

Nyanyian Baode, Psikologi Musik, Analisis Musik

Abstract

Baode adalah salah satu bentuk tradisi lisan yang masih dilestarikan oleh masyarakat Banggai hingga saat ini. Tradisi ini berupa nyanyian adat khas Banggai yang biasanya dinyanyikan dalam acara perayaan atau upacara adat seperti penyambutan tamu, pernikahan, kedukaan dan untuk anak yang merantau sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan penyebab-penyebab dari nyanyian Baode yang mempengaruhi emosi masyarakat di Desa Malino Kecamatan Banggai Selatan Kabupaten Banggai Laut. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi berupa foto dan perekaman audio serta video. Kemudian penulis menggunakan analisis data untuk menggali makna dari data yang terkumpul serta mengidentifikasi masalah yang muncul. Data yang dikumpulkan dari lapangan dianalisis secara teliti, lalu penulis menjelaskan konteksnya sebelum akhirnya menyimpulkan temuan yang relevan. Dalam Penelitian ini, peneliti menemukan bahwa nyanyian Baode memiliki kekuatan dalam menyentuh emosi melalui syair dan melodinya yang dalam dan penuh makna. Setiap kata yang diucapkan dalam syairnya mampu menggugah perasaan, membawa pendengarnya ke dalam nuansa kebahagiaan atau kesedihan. Melodi yang mengiringi syair tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga memperkuat emosi yang terkandung dalam lirik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa nyanyian Baode dapat membangkitkan rasa bahagia, haru, atau sedih tergantung pada konteks penyajiannya. Faktor utama yang mempengaruhi emosi pendengar adalah syair, melodi, dan spontanitas dalam penyampaian.

References

Campbell, D. (2001). Efek Mozart: Memanfaatkan kekuatan musik untuk mempertajam pikiran, meningkatkan kreativitas, dan menyehatkan tubuh (T. Hermaya, Penerj.). PT Gramedia Pustaka Utama. (Karya asli diterbitkan tahun 1997 dengan judul The Mozart Effect: Tapping the Power of Music to Heal the Body, Strengthen the Mind, and Unlock the Creative Spirit)

Epa, S., Rattu, J. A., & Kaunang, I. R. B. (2022). Tradisi lisan Baode masyarakat Banggai di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Buletin Poltanesa, 23(2), 439–444. https://doi.org/10.51967/tanesa.v23i2.1969

Fazal, F. A., & Chakravarty, R. (2021). Researcher development models and library research support. Library Hi Tech News, 38(5), 12–16. https://doi.org/10.1108/LHTN-04-2021-0015

Grimonia, E. (2014). Dunia musik sains: Musik untuk kebaikan hidup. Nuansa Cendekia.

Hasdin, H., Amus, S., Alanur, S. N., Nasran, N., & Makmur, W. (2021). Kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut. Innovative: Journal of Social Science Research, 1(2), 779–786. https://doi.org/10.31004/innovative.v1i2.9932

Hermawan, I. (2019). Teknik menulis karya ilmiah berbasis aplikasi metodologi. Hidayatul Quran.

Koano, D. M., & Fitroh, I. (2023). Nyanyian Baode: Alternatif sumber belajar IPS. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2).

Kondoiyo, A. G., Sunarmi, S., & Latuni, G. (2022). Nyanyian Baode yang ada di Desa Landonan-Bebeau, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kompetensi, 2(11), 1798–1806. https://doi.org/10.53682/kompetensi.v2i11.5701

Mahmud, S. (2019). Analisis kebudayaan suku Banggai dalam melaksanakan norma sosial ditinjau dari proses komunikasi antarbudaya. Jurnal Ilmiah Clean Government, 2(2), 173–188.

Mamik. (2015). Metodologi kualitatif. Zifatama Publisher.

Nevid, J. S. (2018). Psikologi: Konsepsi dan aplikasi. Nusamedia.

Noosi, T. J. (2023). Fungsi musik Batong dalam tari Balatindak di Desa Bangunemo Kecamatan Bulagi Utara Kabupaten Banggai Kepulauan [Skripsi, Universitas Negeri Manado].

Pedak, M. (2009). Metode supernol menaklukkan stres. PT Mizan Publika.

Poyungi, G. C. (2020). Tarian Balatindak dan Basalendeng sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Banggai Laut [Skripsi, Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta].

Rukin. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). CV Jakad Media Publishing.

Rumengan, P. (2023). Musik liturgi gereja fungsi dan peranan: Tuntunan dalam pengekspresian, penciptaan, penataan, dan penelitian melalui pendekatan multidisiplin. Pohon Cahaya.

Salim, D. (2006). Terapi musik: Teori dan aplikasi. Galangpress.

Salim, D. (2009). Psikologi musik. Best Publisher.

Saras, T. (2023). Terapi musik: Harmoni jiwa dan tubuh melalui getaran bunyi. Tiram Media.

Sarosa, S. (2021). Analisis data penelitian kualitatif. PT Kanisius.

Siyoto, S. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.

Soedarsono. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukmono, R. J. (2011). Mendongkrak kecerdasan otak dengan meditasi. Visimedia.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

EKSPRESI EMOSIONAL DALAM NYANYIAN BAODE: STUDI DI DESA MALINO, BANGGAI SELATAN. (2026). KOMPETENSI, 5(5), 1218-1228. https://doi.org/10.53682/drfbxz66