UPACARA ADAT TULUDE DALAM SENI LUKIS DEKORATIF
PROSES BERKARYA DAN PELESTARIAN BUDAYA KEPULAUAN SANGIHE
DOI:
https://doi.org/10.53682/7qtrv955Keywords:
Seni Lukis Dekoratif, Upacara Tulude, Tradisi SangiheAbstract
Upacara Tulude, sebagai salah satu tradisi tertua masyarakat Sangihe, merupakan ritual syukur dan penghormatan yang diwariskan turun-temurun. Upacara ini awalnya memiliki makna spiritual yang sangat kuat, yaitu sebagai ungkapan terima kasih kepada Mawu Ruata Ghenggonalangi (Tuhan Yang Maha Tinggi) atas penyertaan selama setahun penuh, sekaligus sebagai doa dan harapan untuk memasuki tahun yang baru dengan berkat dan keselamatan. Proyek ini bertujuan menciptakan karya seni lukis dekoratif bertema Upacara Adat Tulude sebagai bentuk dokumentasi visual dan upaya pelestarian upacara Adat Tulude. Proses berkarya dilakukan melalui pengumpulan data etnografis, observasi visual terhadap elemen ritual Tulude, penyusunan sketsa dengan penekanan pada motif tradisional, serta pengerjaan karya akhir menggunakan teknik dekoratif yang menggabungkan garis, pola, dan komposisi simbolik. Hasil proyek ini diwujudkan dalam bentuk serangkaian lukisan dekoratif yang secara visual menggambarkan tahapan-tahapan utama dalam Upacara Tulude. Setiap lukisan dirancang bukan hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media yang menyampaikan nilai, simbol, dan makna budaya Sangihe. Dalam proses penciptaannya, unsur-unsur visual seperti warna tradisional, pola khas Sangihe, bentuk ornamen, dan ikon-ikon adat diolah sedemikian rupa agar selaras, sehingga menciptakan harmoni visual yang kuat dan tetap setia pada karakter budaya Sangihe.
References
Alisoy, H. (2025). Accents in Flux: The Interplay of Geography, Culture, and Modern Influences in Linguistic Evolution. Journal of Azerbaijan Language and Education Studies, 2(1), 17–25. https://doi.org/10.69760/jales.2025001001
Brek, Y., Bulamei, B. V., Weol, W., Asman, F. A. A., Sumenda, G., & Makakombo, F. P. (2024). Budaya Tulude Sebagai Sarana Fungsi Konseling Pastoral Mengutuhkan Mendamaikan. PARADOSI: Jurnal Teologi Praktika, 1(1), 21–29. https://doi.org/10.70420/9wae3w70
Cao, Y. (2024). The Role and Strategies of Pattern Design in Intangible Cultural Heritage Preservation. Occupation and Professional Education, 1(4), 82–89. https://doi.org/10.62381/O242415
FRANCARLI, L. (2025). Multicultural education and the values that characterize it. 266–270. https://doi.org/10.46727/c.26-11-2024.p266-270
Lungu, A., Androne, A., Gurau, L., Racasan, S., & Cosereanu, C. (2021). Textile heritage motifs to decorative furniture surfaces. Transpose process and analysis. Journal of Cultural Heritage, 52, 192–201. https://doi.org/10.1016/j.culher.2021.10.006
Mandolang, N. O., & Pandean, M. L. M. (2024). REVITALISASI MAPALUS SEBAGAI UPAYA PEMERTAHANAN BUDAYA MINAHASA DI MANADO SULAWESI UTARA. JURNAL PEKAMAS, 3(2), 43–48. https://doi.org/10.46961/jpk.v3i2.996
Mathias, F. A. (2022). EKSISTENSI KEBUDAYAAN SANGIHE DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU BUNAKEN. Jurnal Pendidikan Sejarah: Media Kajian Pendidikan Sejarah, Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 86–94. https://doi.org/10.53682/jpsunima.v1i2.3357
Saputra, R., Hasanah, N., Kamaludin, Azis, M., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024). Peran Seni Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal Di Era Modern. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 9(2), 183–195. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4044
Sellato, B. (2023). Tropical Rainforests, Traditional Societies, and Dynamic Continuums. Toward a Regional History of Ethnicity in Borneo. Journal of Borneo-Kalimantan, 9(1), 50–67. https://doi.org/10.33736/jbk.5798.2023
Shegog, R., Zhao, M., Raja, J., Shegog, E., Leass, E., & Siddiqui, A. (2023). School Art Murals Reflecting the Immigrant Experience: A Mixed-methods Social-ecological Approach to Assess Perceptions of Staff and Students. Health Behavior and Policy Review, 10(2). https://doi.org/10.14485/HBPR.10.2.1
Tampake, T., & Katampuge, J. (2022). Sakralitas Kue Adat Tamo Untuk Inklusivitas Keagamaan Masyarakat di Sanger, Sulawesi Utara. Indonesian Journal of Religion and Society, 4(2), 69–79. https://doi.org/10.36256/ijrs.v4i2.231
Winoto, D. E., Dasfordate, A., Pelealu, A. E., Burdam, Y., Ramaino, A. S., & Dasfordate, G. (2023). Depth-social interaction between ethnic in the local culture of Minahasa. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 10(1). https://doi.org/10.21831/hsjpi.v10i1.54492
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 KOMPETENSI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.