ANALISIS MUSIK DALAM TARIAN AMPA WAYER DI KELURAHAN MELONGUANE TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/e0acz846

Keywords:

Ampa Wayer, Musik, Elemen musik, Budaya Talaud, Musikologi

Abstract

Maksud dari penelitian ini adalah mengkaji elemen-elemen dan sistem pemberdayaan elemen-elemen musik dalam tarian Ampa Wayer di Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen- elemen dan sistem pemberdayaan elemen-elemen dalam musik tarian Ampa Wayer termasuk faktor yang mempengaruhi perubahan budaya Ampa Wayer tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Musikologi dan Etnomusikologi, Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dokumentasi, dan rekaman video. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen-elemen musik seperti bunyi, ritme, tempo, dan gaya memiliki peran penting dalam mendukung ekspresi gerak dalam tarian Ampa Wayer. Musik yang digunakan tidak hanya sebagai pengiring, tetapi juga membentuk struktur dan dinamika tarian itu sendiri. Sistem pemberdayaan elemen-elemen musik dalam tarian ini juga memperlihatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam penggunaan instrumen dan pola musikal yang lebih modern, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian dan pengembangan kesenian tradisional daerah, khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud.

References

Asari, A., Toloh, B. H., & Sangari, J. R. (2018). Pengembangan ekowisata bahari berbasis masyarakat di desa Bahoi, kecamatan Likupang Barat, kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Ilmiah Platak, 6(1), 29-41.

Bandem, I. M. (2001). Metodologi penciptaan seni. Karya Cipta Seni Pertunjukan. Yogyakarta: JB Publisher.

Bangun, C. S., Siswandi, Narawati, T., & Manua, J. R. (2017). Seni Budaya untuk SMA/MA/SMK/MAK kelas XI. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. ISBN 978-602-427-142-8. https://static.buku.kemdikbud.go.id/content/pdf/bukuteks/k13/bukusiswa/Senbud%20Sm1%20Kelas%20XI%20BS%20press.pdf

Bent, I., & Drabkin, W. (1987). Analysis (New Grove Handbooks in Music). London: Macmillan.

Cook, N. (1994). A guide to musical analysis. OUP Oxford.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Daluwu, O. V., Sunarmi, S., & Takalumang, L. M. (2022). Musik Iringan Tari Ampa Wayer di Kelurahan Kolongan Akembawi Kecamatan Tahuna Barat Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni, 2(11), 1810–1816.

Hasan, I. (2013). Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara. SENAPATI 2011.

Hood, M. (1982). The ethnomusicologist. Kent: Kent State University Press.

Hutajulu, R., Gulo, H., Sinulingga, E. N., & Sholikhah, R. L. (2025). PENGELOLAAN PERTUNJUKAN KESENIAN TRADISIONAL BERBASIS KOMUNITAS SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA LINGGA, KABUPATEN KARO. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 4(4), 355-364.

Kambey, M. A., Aling, D. R., & Dien, C. R. (2020). Eksistensi budaya maritim kelompok nelayan Kelurahan Malalayang Dua, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. AKULTURASI, 8(1), 136-146.

Kunst, J. (2013). Music in Java: Its history, its theory and its technique. Springer.

Lawendatu, F., Batubara, J., & Lestari, D. T. (2025). Daralo Song Composition: Mebawalase Mesampere Style. Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, 5(3), 515-522.

Lucia, R. H., Kawatak, S. Y., & Pianaung, F. S. P. (2023). Pengembangan Desa Ekowisata Bahoi melalui Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas Pasca Pandemi COVID-19. Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis, 134-138.

Malm, W. P. (1967) Music Cultures of The Pasific, the Near East, and Asia, Englewood Cliffs: Prentice-Hall.

Merriam, A. P., & Merriam, V. (1964). The anthropology of music. Evanston: Northwestern University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. India: SAGE Publications.

Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muliya, U., Mononimbar, W., & Lahamendu, V. (2016). Kajian pengembangan ekowisata bahari berbasis pengelolaan DPL Desa Bahoi di Likupang Barat. Spasial, 3(1), 75-84.

Nettl, B. (1983). The study of ethnomusicology: Twenty-nine issues and concepts. Urbana, IL: University of Illinois Press.

Nettl, B. (2004). Excursions in World Music. New Jersey: Prentice Hall

Nettl, B. (2005). The Study of Ethnomusicology: Thirty-one Issues and Concepts. Urbana: University of Illinois Press.

Prier, K. E., & Edmund, K. (1996). Ilmu bentuk musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.

Regar, P. M., Kawung, E., & Tangkudung, J. P. (2014). Pola Komunikasi Antar Budaya Dan Identitas Etnik Sangihe-talaud-sitaro (Studi Pada Masyarakat Etnik Sanger-tahuna-sitaro Di Kota Manado) Tahun Ke 1 Dari Rencana 3 Tahun. Acta Diurna Komunikasi, 3(4).

Rumengan, Perry. (2024). Musik Liturgi Gereja, Metode Pengkajian dan Teknik Penerapan Fungsi bagi Pengembangan Fisik-Psikis dan Spiritual. Yogyakarta: Penerbit Pohon Cahaya.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Supanggah, R. (2002). Bothekan Karawitan I: Garap. Jakarta: Ford Foundation.

Supanggah, R. (2009). Bothekan Karawitan II: Garap. Surakarta: ISI Press Surakarta.

Turino, T. (2008). Music as social life: The politics of participation. University of Chicago Press.

Downloads

Published

2026-03-17

How to Cite

ANALISIS MUSIK DALAM TARIAN AMPA WAYER DI KELURAHAN MELONGUANE TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD. (2026). KOMPETENSI, 5(7), 1412-1431. https://doi.org/10.53682/e0acz846