EKSISTENSI DAN TANTANGAN TRADISI MAPALUS DALAM PERTANIAN MASYARAKAT

SEBUAH STUDI DI DESA WOLOAN III, KOTA TOMOHON

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/j4qks360

Keywords:

Mapalus, Gotong-royong, Kota Tomohon, Pelestarian Budaya, Perubahan Sosial

Abstract

Tradisi Mapalus merupakan bentuk kerja sama kolektif masyarakat Minahasa yang berperan penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi, namun mengalami penurunan seiring arus modernisasi dan globalisasi di Desa Woloan III, Kota Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab menurunnya praktik Mapalus, menjelaskan tahapan pelaksanaannya, menganalisis dampak sosial yang ditimbulkan, serta merumuskan saran strategis bagi keberlanjutan tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus bercorak etnografis. Penelitian dilaksanakan di Desa Woloan III, Kecamatan Tomohon Barat, selama Agustus–November 2024. Data diperoleh dari sumber primer melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 15 informan kunci (tokoh adat, petani senior, pemuda, dan aparat desa), serta Focus Group Discussion (FGD) dengan kelompok tani, dan sumber sekunder berupa dokumen serta literatur terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan FGD, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan praktik Mapalus dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial-demografis, dan modernisasi. Peralihan mata pencaharian, migrasi generasi muda, serta berkembangnya sistem kerja upahan dan teknologi pertanian modern menjadi penyebab utama melemahnya tradisi ini. Praktik Mapalus di sektor pertanian menurun sekitar 70–80% dalam dua dekade terakhir dan hanya bertahan pada kegiatan sosial tertentu. Melemahnya Mapalus berdampak pada menurunnya solidaritas sosial, berkurangnya interaksi tradisional, dan meningkatnya biaya pertanian. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya perumusan strategi adaptif pelestarian Mapalus sebagai modal sosial dan warisan budaya lokal.

References

Berdame, J., & Lombogia, C. A. R. (2020). Merajut tradisi di tengah transisi: Pendidikan lingkungan hidup berbasis kearifan lokal dalam budaya mapalus suku minahasa. Tumou Tou, 7(2), 128-142. Diakses dari https://www.ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/tumoutou/article/view/458.

Geertz, C. (1963). Agricultural involution: The process of ecological change in Indonesia. University of California Press.

Japar, M., Syarifa, S., Fadhilah, D. N., & Damayanti, A. (2021). Kajian Masyarakat Indonesia & Multikulturalisme Berbasis Kearifan Lokal. Jakad Media Publishing.

Katuuk, D. T. C., Kerebungu, F., Pangkey, I., & Tuerah, P. R. (2025). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya dalam Kehidupan Masyarakat Desa Kauditan 1 Kabupaten Minahasa Utara: Kajian Tentang Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Mapalus. Abdurrauf Science and Society, 1(4), 758-772. https://doi.org/10.70742/asoc.v1i4.327.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nainggolan, A. M., Kandowangko, L., Situmorang, Y., Heydemans, N. A., & Lahamendu, N. (2024). Etos Kerja Mapalus dalam Penguatan Moderasi Beragama Masyarakat Kampung Jawa Tondano. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan, 18(1), 1-11. https://doi.org/10.38075/tp.v18i1.390.

Pantow, R. F., Sambiran, S., & Kimbal, A. (2019). Pelestarian Budaya Mapalus Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Bidang Kemasyarakatan (Studi di Desa Kanonang Dua Kecamatan Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa). Jurnal Eksekutif, 3(3). Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jurnaleksekutif/article/view/27193.

Parengkuan, F. E. (2006). A Contribution to The History of Mapalus in The Minahasa, North Sulawesi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 8(2), 1-16.

Pemerintah Kota Tomohon. (n.d.). Halaman budaya – Mapalus. https://tomohon.go.id/budaya/

Pongantung, R. J., & Khasanah, D. R. A. U. (2024). Model Partisipasi Masyarakat Melalui Mapalus Sebagai Local Wisdom Dalam Eksistensi Hukum dan Masyarakat di Minahasa Selatan. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1080-1093. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.8823.

Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.

Putnam, R. D., Leonardi, R., & Nanetti, R. Y. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.

Rivaldi, M. D., & Yulifar, L. (2025). Tradition And Modernity: An Ethnographic Study Of The Adaptation Of The Ciptagelar Traditional Village Community In The Era Of Globalization: Tradisi Dan Modernitas: Kajian Etnografi Terhadap Adaptasi Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar Di Era Globalisasi. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 9(3), 863-871. https://doi.org/10.36526/santhet.v9i3.5400.

Rumengan, Y. M., & Sampul, S. (2024). PERAN BUDAYA MAPALUS TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DI KELURAHAN PANGOLOMBIAN TOMOHON SULAWESI UTARA. JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO, 3(2). https://doi.org/10.64418/jikma.v3i2.140.

Sendow, D. C., Solang, J. A., Kondoj, T. H. I., Gumolili, Y. J. H., & Lumare, M. A. (2023). Customs and Culture of the Woloan Community as a Potential Tourism Village in Tomohon City. SIGn Journal of Tourism, 1(1), 1-16. https://doi.org/10.37276/sjt.v1i1.233.

Sulistyosari, Y., Wigena, I. B. W., & Waruwu, I. K. (2023). Penguatan Modal Sosial Melalui Nilai Mapalus pada Pembelajaran Pendidikan IPS. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 5(2), 253-266. https://doi.org/10.19105/ejpis.v5i2.10651.

Sumangkut, W., Mumu, R., & Goni, S. Y. (2021). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Budaya Mapalus Pada Masa Pandemi COVID-19 di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan. HOLISTIK, Journal of Social and Culture, 14(1), 1-14. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/33487.

Sztompka, P. (2004). Sosiologi perubahan sosial. Prenada Media.

Turang, T. I., Suman, A., Mandang, J., & Soemarno, S. (2012). Kajian Peran Mapalus Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kota Tomohon. Wacana Journal of Social and Humanity Studies, 15(4), 1-7. Diakses dari https://wacana.ub.ac.id/index.php/wacana/article/view/263/221.

Wenas, P. L., Mengko, S. M., & Sangian, M. M. (2022). Analisis Budaya Kerja Mapalus Dalam Pengembangan Spiritualitas Kerja Dosen Dan Staf Di Jurusan Pariwisata. HOSPITALITY AND TOURISM, 5(1), 221-228. https://doi.org/10.35729/jhp.v5i1.95.

Worotikan, S. S., Kawung, E. J., & Purwanto, A. (2023). Menurunnya Tradisi Mapalus Di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. JURNAL ILMIAH SOCIETY, 3(2), 1-5. Diakses dari https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jurnalilmiahsociety/article/view/48076/42573.

Downloads

Published

2026-03-17

How to Cite

EKSISTENSI DAN TANTANGAN TRADISI MAPALUS DALAM PERTANIAN MASYARAKAT: SEBUAH STUDI DI DESA WOLOAN III, KOTA TOMOHON. (2026). KOMPETENSI, 5(7), 1376-1386. https://doi.org/10.53682/j4qks360