ANALISIS TENTANG STIGMA SOSIAL BAGI PENYANDANG TUNARUNGU DI KOTA TOMOHON
DOI:
https://doi.org/10.53682/h8hde725Keywords:
Stigma Sosial, Penyandang Tunarungu, Stereotip, Prasangka, Diskriminasi, Inklusi SosialAbstract
Stigma sosial terhadap penyandang tunarungu masih menjadi tantangan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam konteks budaya yang menjunjung keseragaman sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan variasi stigma sosial masyarakat terhadap penyandang tunarungu di tiga kelurahan di Kota Tomohon. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner skala Likert yang diisi oleh 122 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kecenderungan menyetujui pandangan negatif terhadap penyandang tunarungu, dengan skor rata-rata yang termasuk dalam kategori tinggi. Faktor usia dan lokasi tempat tinggal berpengaruh terhadap tingkat stigma, di mana kelompok usia paruh baya serta warga Talete Dua menunjukkan sikap yang lebih diskriminatif. Meskipun demikian, beberapa wilayah menunjukkan kecenderungan yang lebih moderat. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi sosial, pelatihan komunikasi inklusif, dan pelibatan komunitas dalam membangun sikap yang lebih terbuka terhadap penyandang disabilitas pendengaran.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ireine J. Kusoy, Deetje J. Solang, Melkian Naharia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.