TRADISI MALAM MONUNTUL DALAM MASYARAKAT DESA MOYAG: KAJIAN PESAN MORAL DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI TINGKAT SMA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/8xf3nx76

Keywords:

Tradisi Malam Monuntul, Pesan moral, Pembelajarna Sastra

Abstract

Tradisi Malam Monuntul di Desa Moyag, Kotamobagu, merupakan salah satu tradisi yang memiliki nilai sosial dan budaya yang mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pesan moral dalam Tradisi Malam Monuntul serta penerapannya dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini melibatkan masyarakat Desa Moyag, Kotamobagu, yang terlibat langsung dalam tradisi tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mengklasifikasikan dan menyimpulkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan moral dalam tradisi Monuntul meliputi nilai kebersamaan dan gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, penghargaan terhadap waktu dan ibadah, keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat, rasa syukur dan penghargaan terhadap nikmat Tuhan, serta penghormatan terhadap tradisi dan identitas budaya. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya penerapan nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran sastra untuk mengembangkan pemahaman budaya dan sosial siswa.

References

Abdula, R. M. (2021). Sejarah Islam di Bolaang Mongondow: Sultan Jakobus Manuel Manoppo dan keislamannya. Alif.id. https://alif.id/read/moh-rivaldi-abdul/awal-mula-kehadiran-islam-di-bolaang-mongondow-b237006p/

Abdul, M. R. (2021). Monginbalu konbulan: Sejarah dan nilai tradisi mandi puasa secara massal dalam masyarakat Muslim Bolaang Mongondow. Jurnal Lektur Keagamaan, 19(1), 141–174.

Amabon, L. (2018). Mengenal Bolaang Mongondow: Sejarah, adat, dan budaya. Sembilan Bintang.

Budiningsih, A. (2008). Pembelajaran moral. PT Rineka Cipta.

Dinarti, N. S., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2023). Meningkatkan integrasi nasional melalui implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3). https://doi.org/10.31004/jptam.v5i3.2263

Harakah.id. (2021). Tradisi mintahang (doa arwah) dan kepercayaan tradisional Bolaang Mongondow. https://harakah.id/tradisi-mintahang-doa-arwah-dan-kepercayaan-tradisional-bolaang-mongondow

Hartanti, P. S., & Ardhana, D. (2022). Bhinneka Tunggal Ika: Indonesia circumscribed norm multiculturalism. Global: Jurnal Politik Internasional, 24(1), 143–165. https://doi.org/10.7454/global.v24i1.699

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (n.d.). Persepsi. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/persepsi

Lestari, G. (2016). Bhinneka Tunggal Ika: Khasanah multikultural Indonesia di tengah kehidupan SARA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 28(1). https://doi.org/10.17977/jppkn.v28i1.5437

Manoppo, H., Tungkagi, D. Q., Rusli, A., Pinem, M., & Kholis, N. (2020). Dinamika Islamisasi di Bolaang Mongondow Raya Sulawesi Utara abad ke-17–20. Litbangdiklat Press.

Mamonto, K. (2020). Pernikahan dengan membayar uang adat (tari’) dalam pandangan hukum Islam: Studi kasus di Desa Moyag Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara [Skripsi].

Mamonto, R. (2024). Analisis pesan moral tradisi mogama dalam adat perkawinan Bolaang Mongondow dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Jurnal Kompetensi. https://ejurnal.unima.ac.id/index.php/kompetensi/article/view/9236

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Muhammad, A. (2007). Komunikasi organisasi. Bumi Aksara.

Nasrullah, R. (2012). Komunikasi antar budaya di era budaya siber. Kencana Prenadamedia Group.

Neonnub, F. I., & Habsari, N. T. (2018). Belis: Tradisi perkawinan masyarakat Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (kajian historis dan budaya tahun 2000–2017). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 8(1), 107–126.

Novi, R., Danda, J., & Dian, I. (2018). Pembinaan dan pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. UPI Press.

Nussbaum, M. (2006). Frontiers of justice: Disability, nationality, species membership. Harvard University Press.

Rawls, J. (1971). A theory of justice. Belknap Press.

Riyadi, I., Prabowo, E. A., & Hakim, D. (2024). Peran Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman adat budaya di Indonesia. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum dan Politik, 2(3), 34–49. https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i3.1870

Riyanto, S., Febrian, F., & Zanibar, Z. (2022). Bhinneka Tunggal Ika: Its norming and actualization in democracy in Indonesia. SASI, 28(4), 567–577. https://doi.org/10.47268/sasi.v28i4.1058

Sartre, J.-P. (1943). Being and nothingness. https://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/

Sri Sasmita Mokoagow. (2015). Studi komparasi antara monuntul di Bolaang Mongondow Timur dan tumbilotohe di Gorontalo [Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo]. https://repository.ung.ac.id/skripsi/show/231411018/studi-komparasi-monuntul-di-bolaang-mongondow-timur-dan-tumbilotohe-di-gorontalo.html

Sombowadile, P. (2012). Kearifan lokal kaitannya dengan pembentukan watak dan karakter bangsa di Kabupaten Bolaang Mongondow. BPNB Manado.

Sugiyono. (2016). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

TRADISI MALAM MONUNTUL DALAM MASYARAKAT DESA MOYAG: KAJIAN PESAN MORAL DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI TINGKAT SMA. (2026). KOMPETENSI, 5(6), 1319-1332. https://doi.org/10.53682/8xf3nx76