Feminisasi Maritim Di Kawasan Tempat Pelelangan Ikan Lappa Kabupaten Sinjai

Authors

  • Sopian Tamrin State University of Makassar image/svg+xml
  • Syamsu A Kamaruddin Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar
  • Arlin Adam3 Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar

DOI:

https://doi.org/10.53682/wj30e118

Keywords:

Women, Maritime, Hegemonic Masculinity, Feminization

Abstract

Pekerjaan sebagai nelayan masih didominasi oleh aktor laki laki Hal tersebut terlihat pada hampir semua Masyarakat maritim termasuk di desa Lappa Kabupaten Sinjai Perempuan tidak jarang hanya berdiam di rumah sebagai ibu rumah tangga Sehingga tidak jarang konstruksi peran melanggengkan proses domestifikasi bagi perempuan Penelitian ini berupaya menyingkap bagaimana dominasi laki laki dalam kerangka kerja kemaritiman melalui analisis teori hegemoni maskulinitas dari Raewyn Connel Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi wawancara dan pendokumentasian situasi lapangan Hasil menunjukkan bahwa sektor kemaritiman telah didominasi oleh laki laki sebagai nelayan; baik mereka yang berperan sebagai punggawa maupun sebagai sawi Sama sekali tidak ada Perempuan yang terlibat dalam pekerjaan sebagai nelayan Namun dengan keberadaan Tempat Pelelangan Ikan TPI di Desa Lappa Sinjai telah mengkanalisasi ruang penghidupan social ekonomi terutama bagi perempuan Di Kawasan TPI Perempuan muncul sebagai pihak yang menopang ekosistem kawasan dengan mendirikan rumah makan Hanya saja mereka memilih kondisi yang bergaman ada yang berperan sebagai pemilik usaha rumah makan ada pemilik tempat dan ada juga yang hanya sebagai pekerja rumah makan atau berjualan Penelitian menyimpulkan bahwa memang terjadi maskulinitas hegemonic tapi sifatnya terbatas Hegemoni tidak mengusai keseluruhan kompleksitas kegiatan ekonomi maritim Artinya patriarki yang tumbuh ditengah masyarakat tidak mengekang seutuhnya namun tetap terbuka adanya negosiasi peran antara laki laki dan Perempuan pada kehidupan social yang lebih kompleks Pada akhirnya TPI Lappa mendorong feminisasi sektor kemaritiman yang menjadikan Perempuan sebagai aktor yang berkonstribusi dalam kegiatan social dan ekonomi nbsp;< p>

References

Acker, J. (1990). Hierarchies, jobs, bodies: A theory of gendered organizations. Gender & Society, 4(2), 139–158.

Anwar, Z., & Wahyuni, W. (2019). Kemiskinan dan ketimpangan gender di masyarakat pesisir Indonesia [Poverty and gender inequality in Indonesian coastal communities]. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Statistik ketenagakerjaan sektor perikanan 2022 [Fisheries sector employment statistics 2022]. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai (BPS Sinjai). (2022). Profil kemaritiman Kelurahan Lappa 2022 [Maritime profile of Lappa Village 2022]. Sinjai: BPS Sinjai.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai (BPS Kabupaten Sinjai). (2022). Statistik gender Kabupaten Sinjai 2022 [Gender statistics of Sinjai Regency 2022]. Sinjai: BPS Kabupaten Sinjai.

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood.

Bourdieu, P. (2001). Masculine domination. Stanford University Press.

Connell, R. (2005). Masculinities (2nd ed.). University of California Press.

Connell, R., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic masculinity: Rethinking the concept. Gender & Society, 19(6), 829–859. https://doi.org/10.1177/0891243205278639

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sinjai. (2023). Laporan partisipasi perempuan dalam ekonomi domestik Kelurahan Lappa [Report on women’s participation in the domestic economy of Lappa Village]. Sinjai: Dinas PPPA Sinjai.

Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai. (2023). Data pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa 2023 [Lappa Fish Auction Place (TPI) management data 2023]. Sinjai: Dinas Perikanan Sinjai.

Dinas Perikanan Sinjai. (2023). Laporan pengelolaan TPI Lappa 2023 [Lappa Fish Auction Place management report 2023]. Sinjai: Dinas Perikanan Sinjai.

Elson, D. (2017). Recognizing, reducing, and redistributing unpaid care work. UN Women.

Federici, S. (2012). Revolution at point zero: Housework, reproduction, and feminist struggle. PM Press.

Food and Agriculture Organization (FAO). (2020). The role of women in fisheries: A global assessment. Rome: FAO.

Food and Agriculture Organization (FAO). (2020). The state of world fisheries and aquaculture 2020. Rome: FAO.

Fraser, N. (2013). Fortunes of feminism: From state-managed capitalism to neoliberal crisis. Verso.

Gerrard, S. (2021). Women in Norwegian fisheries: Navigating gendered seas. Maritime Studies, 20(3), 245–260. https://doi.org/10.1007/s40152-021-00233-2

Harding, S. (1986). The science question in feminism. Cornell University Press.

Harper, S., Grubb, C., Stiles, M., & Sumaila, U. R. (2020). The myth of the masculine marine: Gender bias in fisheries policies. Marine Policy, 121, 104194. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2020.104194

Hochschild, A. (1989). The second shift: Working parents and the revolution at home. Viking.

Ishtiaq, M. (2019). Book review: Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods approaches. English Language Teaching, 12(5), 40–42.

Kabeer, N. (1999). Resources, agency, achievements: Reflections on the measurement of women’s empowerment. Development and Change, 30(3), 435–464. https://doi.org/10.1111/1467-7660.00125

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2023). Statistik sektor kelautan dan perikanan Indonesia 2023 [Indonesian maritime and fisheries sector statistics 2023]. Jakarta: KKP.

Kusnadi. (2018). Nelayan perempuan: Resistensi dalam budaya patriarki [Female fishers: Resistance in patriarchal culture]. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mahmood, S. (2005). Politics of piety: The Islamic revival and the feminist subject. Princeton University Press.

Marschke, M. (2012). Life, fish, and mangroves: Resource governance in coastal Cambodia. University of Ottawa Press.

Prasetyawati, A. E. (2021). Feminisasi sektor informal: Perempuan di kawasan pesisir. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 9(2), 112–125.

Prasetyawati, D. (2021). Kepemilikan lahan dan kesenjangan gender di wilayah pesisir [Land ownership and gender inequality in coastal areas]. Jakarta: LP3ES.

Resurreccion, B. P., & Ha, T. T. P. (2017). Empowering women through inclusive fisheries cooperatives in the Philippines. Gender, Technology and Development, 21(1-2), 69–89. https://doi.org/10.1080/09718524.2017.1385310

Resurreccion, B. P., & Ha, T. T. T. (2017). Persistent women and environment linkages in climate change and sustainable development agendas. Women's Studies International Forum, 65, 58–65.

Robinson, K. (2009). Gender, Islam, and democracy in Indonesia. Routledge.

Scott, J. C. (1985). Weapons of the weak: Everyday forms of peasant resistance. Yale University Press.

Setyawati, L. (2020). Kebijakan maritim dan partisipasi perempuan: Studi kasus Program Nelayan Andalan [Maritime policy and women’s participation: A case study of the Nelayan Andalan Program]. Jakarta: LIPI Press.

Setyawati, N. (2020). Perempuan pesisir dan dinamika ruang ekonomi maritim. Jurnal Perempuan, 25(3), 45–60.

UN Women. (2022). Gender equality in maritime decision-making: A global review. New York: UN Women.

Wajcman, J. (1991). Feminism confronts technology. Polity Press.

Walby, S. (1990). From private to public patriarchy: The periodisation of British history. Women's Studies International Forum, 13(1-2), 91–104.

World Bank. (2021). The hidden tide: Economic losses from gender inequality in fisheries. Washington, DC: World Bank.

Young, I. M. (2011). Justice and the politics of difference. Princeton University Press.

Published

2025-12-31

How to Cite

Feminisasi Maritim Di Kawasan Tempat Pelelangan Ikan Lappa Kabupaten Sinjai. (2025). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 1749-1761. https://doi.org/10.53682/wj30e118