Pilihan Menanam Tebu dan Relasinya dengan Ekonomi Sosial Masyarakat

Authors

  • Nurfatin Fatikasari State University of Semarang image/svg+xml
  • Nugroho Trisnu Brata

DOI:

https://doi.org/10.53682/38tm8957

Keywords:

Petani, Subsidi Pupuk, Ekonomi, Sosial

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika sosial ekonomi petani tebu di Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini mengeksplorasi alasan pemilihan tebu sebagai komoditas, akses terhadap pupuk bersubsidi dan modal, serta hubungan patron-klien dalam distribusi hasil panen. Isu-isu yang diangkat dalam studi ini meliputi keterbatasan akses lahan, distribusi subsidi pupuk yang tidak merata, dan ketergantungan petani terhadap pihak ketiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani untuk menanam tebu, serta dampak ekonomi dan sosial yang timbul dari praktik pertanian ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memilih tebu karena mudah dirawat, tahan cuaca, dan memiliki potensi keuntungan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tanaman lain. Namun, keterbatasan kepemilikan lahan membuat banyak petani harus menyewa lahan dan tidak dapat mengakses pupuk bersubsidi. Akibatnya, mereka harus membeli pupuk non-subsidi dengan harga yang lebih tinggi. Situasi ini mendorong petani untuk berutang kepada juragan, yang bertindak sebagai perantara dalam distribusi hasil panen. Hubungan patron-klien ini menempatkan petani pada posisi ketergantungan, sehingga mengurangi kemandirian ekonomi mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa usaha tani tebu di Desa Pandean tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh struktur sosial dan ekonomi yang memciptakan pola hubungan dan ketergantungan oleh petani.

References

Alfiansyah, R. (2023). Modal Sosial sebagai Instrumen Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 10(1), 41–51. https://doi.org/10.24036/scs.v10i1.378

Azmie, U., Dewi, R. K., & Sarjana, I. D. G. R. (2019). Pola Kemitraan Agribisnis Tebu Di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 3(2), 119–130. https://doi.org/10.14710/agrisocionomics.v3i2.5062

BPS. (2020). Produksi Perkebunan Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman di Kabupaten Ngawi (kw). https://ngawikab.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzY1IzI=/produksi-perkebunan-menurut-kecamatan-dan-jenis-tanaman-di-kabupaten-ngawi--kw-.html

BPS. (2024). Produksi Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Ngawi (ribu ton). https://ngawikab.bps.go.id/id/statistics-table/3/Y0hOWWFGZHpPVkpUVjFKUlowVjBhMUI1Wm1aWFp6MDkjMyMzNTIx/produksi-perkebunan-rakyat-menurut-jenis-tanaman-di-kabupaten-ngawi--ribu-ton-.html?year=2024

Fitriani, F., Nailah, N., & Syarif, A. (2023). Analisis Efisiensi Usahatani Tebu Rakyat di Desa Kampung Beru Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. Societies: Journal of Social Sciences and Humanities, 3(1), 67–75.

Harlianingtyas, I., Hartatie, D., & Salim, A. (2018). Modeling of rainfall and fertilization factor of sugarcane productivity in Asembagus sugar factory Situbondo. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 207(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/207/1/012013

Lestari, K. K., Sumarji, S., & Daroini, A. (2019). Strategi manajemen risiko petani tebu di Kabupaten Tuban. Manajemen Agribisnis: Jurnal Agribisnis,.

Nurul Huda, S. (2022). Perubahan Struktur Sosial Ekonomi Masyarakat Perdesaan. JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset Dan Konsultan Sosial, 4(2), 31–36. https://doi.org/10.51486/jbo.v4i2.79

Scott, J. C. (1972). Patron-Clients Politics and Political Change in Southeast Asia.

Setiawan, T. P., Ebrilyani, E., & Azilla, E. N. (2020). Modal Sosial Dalam Keberlanjutan Pertanian Di Tengah Alih Fungsi Lahan Di Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Agricore: Jurnal Agribisnis Dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad, 5(1). https://doi.org/10.24198/agricore.v5i1.27464

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). ALFABETA.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R & D. ALFABETA.

Trisnu Brata, N. (2012). Plantation Cultural Corelation and the Phenomena of “Buruh Borong” on Palm Oil Plantation in West Kalimantan. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 18(3).

Trisnu Brata, N. (2020). Hubungan Budaya Bekerja dengan Environment Niche dan Dampak Ekonomi-Sosial. LPPM Universitas Negeri Semarang.

Trisnu Brata, N. (2021). Menelisik Modal Sosial Pendidikan Daerah Perbatasan di Sei Menggaris-Nunukan. Semarang. LPPM Unversitas Negeri Semarang.

Umbase, R. S., Kartini, N. W., Mesra, R., & Manado, U. N. (2024). Peran Komunitas Lokal dalam Mempromosikan Keberlanjutan Usaha Pedagang Kecil di Desa Mopolo. JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education, 5(1), 2--- 8. https://doi.org/10.53682/jpjsre.v5i1.9914

Var, A., Musaiyaroh, A., Ekonomi, J. I., Ekonomi, F., & Jember, U. (2016). Pertanian Sebagai Kearifan Lokal Provinsi Jawa Timur : Pendekatan Vector Seminar Nasional dan Call for Paper PERTANIAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL PROPINSI JAWA TIMUR : PEDEKATAN VECTOR AUTOREGRESSION ( VAR ). Dinamika Global : Rebranding Keunggulan Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal, February, 1–11.

Published

2025-12-06

How to Cite

Pilihan Menanam Tebu dan Relasinya dengan Ekonomi Sosial Masyarakat. (2025). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 853-860. https://doi.org/10.53682/38tm8957