Keputusan Seseorang dalam Pilihan Pengobatan Tradisional Apta Daffa Terapi di Desa Wringinputih

Authors

  • Ine Widiya Universitas Negeri Semarang
  • Antari Ayuning Arsi Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.53682/1ndtmd77

Keywords:

Apta Daffa Terapi, Patient Decision, Traditional Medicine

Abstract

Pengobatan dilakukan sebagai upaya individu untuk menanggapi kondisi sakit. Masyarakat memiliki kebebasan dalam memilih jenis pengobatan, seperti pengobatan tradisional menjadi salah satu pilihan pengobatan yang eksis di tengah masyarakat. Fenomena memilih pengobatan tradisional dibandingkan pengobatan modern atau pengobatan lainnya terjadi juga pada pasien di Apta Daffa Terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses memilih dan menyelesaikan pengobatan di Apta Daffa Terapi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi kepada tujuh informan utama dan satu informan pendukung. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dikaitkan dengan teori Suchman tentang analisis perilaku sakit dengan tahap-tahap pembuatan keputusan pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan pengobatan oleh informan sejalan dengan lima tahap dalam teori Suchman. Tahap pengenalan gejala ditandai dengan keterbatasan gerak yang mengganggu aktivitas harian, gejala akibat terjatuh, serta keluhan seperti pusing dan nyeri. Tahap kedua, asumsi peranan sakit informan melakukan penundaan (procastination), self-medication, dan shopping yang dilanjutkan fragmentation. Tahap ketiga, kontak dengan pelayanan kesehatan dilakukan setelah upaya pengobatan medis, tradisional, dan herbal kurang memberikan efektivitas pada kesembuhan informan. Tahap keempat  ketergantungan pasien, informan terbagi dalam terapi jangka pendek, terapi saat kambuh, dan terapi rutin. Tahap terakhir, sembuh atau rehabilitasi sebagian besar informan yang merasakan kesembuhan dan memutuskan untuk menghentikan pengobatan (discontinuity), sedangkan lainnya melanjutkan pengobatan (shopping kemudian fragmentation). Selain itu, didapatkan gambaran terkait proses memilih dan menyelesaikan pengambilan pengobatan dilakukan informan secara bertahap dengan dipengaruhi oleh persepsi gejala sakit, pengalaman pengobatan, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan.

References

Alhamda, S. (2015). Buku Ajar Sosiologi Kesehatan. Deepublish.

Damanti, E. N. (2021). Kepercayaan Masyarakat Memilih Obat Herbal Sebagai Alternatif Dalam Pengobatan.

Fitri, W. Y., Wilis, W., & Hidayat, A. T. (2021). Pengobatan tradisional di Minangkabau. Majalah Ilmiah Tabuah: Talimat, Budaya, Agama Dan Humaniora, 25(2), 83–88.

Gunawan, I. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Teori & Praktik. Bumi Aksara.

Hariati, R. (2024). Epistemologi Penyembuhan Tradisional: Mungkinkah Untuk Berkolaborasi Dengan Pengobatan Modern? Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 15(1), 92–104.

Kahfi, M. A., Syahruddin, S., Vilsa, V., & Ramli, M. (2022). Eksistensi Pengobatan Alternatif Sanro di Desa Kalotok Luwu Utara. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 8(2), 137–149.

Kusumawati, N. (2021). Konsep Sehat dan Sakit. DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN, 18.

Muhaimini, M. S., Kurniawati, B., & Sufanti, M. (2021). Budaya Getok Tular Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi COVID-19 Bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Varidika, 33(1), 88–98.

Nkanta, N. C., Ekoriko, E. A., & Oyebanji, A. O. (2024). Mechanic’s and Suchman’s Intellections of Help Seeking and Stages of Illness Behaviour as Exponentials of Effective Utilization of Healthcare Services in Nigeria. AKSU Annals of Sustainable Development, 40–49.

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Paing, Z. W. W. (2018). Factors Influencing The Resident Behavior of Health Care Utilization (A Case Study of Nyaunggyo Village Group, Ayeyarwaddy Region)(Ma Zin Wint Wint Paing, 2018). MERAL Portal.

Rachman, A., Oktovin, O., & Unja, E. E. (2023). Pengambilan Keputusan Masyarakat Banjar Dalam Pengobatan Ba’urut Pada Patah Tulang. JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI), 8(2), 190–195.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulfiana, S., Manda, D., Mustafa, M., & Najamuddin, N. (2024). Analisis Terhadap Pengobatan Tradisional Majappi-Jappi Dalam Praktek Kesehatan Masyarakat Kabupaten Soppeng. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 845–855.

Supriyanti, S., Suhartini, S., Ritawati, R., Nurhayati, N., Riani, E. O., Warnidar, E., & Hanum, L. (2024). Transformasi Kesehatan berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education, 5(1), 11–21.

Wahyuni, N. P. S. (2021). Penyelenggaraan Pengobatan Tradisional di Indonesia. Jurnal Yoga Dan Kesehatan, 4(2), 149–162.

Widyastuti, V. A., & Yamini, E. A. (2023). Pengaruh Strategi Promosi Melalui Sosial Media Dan Getok Tular Terhadap Keputusan Pembelian Botol Minum Merek Tupperware Di Yogyakarta. Jurnal Bisnis Dan Manajemen (JURBISMAN), 1(2), 447–460.

Wulandari, A., Jamilah, J., Arifa, S., Ainnurrahmah, A., Juliana, A., & Maulidya, D. A. (2024). Studi Kualitatif: Pengobatan dan Warisan Budaya Dalam Kesehatan Masyarakat Suku Banjar-Kalimantan Selatan. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(8), 972–980.

Published

2025-12-23

How to Cite

Keputusan Seseorang dalam Pilihan Pengobatan Tradisional Apta Daffa Terapi di Desa Wringinputih. (2025). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 1365-1377. https://doi.org/10.53682/1ndtmd77