Negosiasi Identitas Maskulin dalam Relasi Sesama Jenis: Perspektif Sosiologi Gender

Authors

  • Adelia Fitra Ihza Hartian Universitas Negeri Semarang
  • Ninuk Sholikhah Akhiroh Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.53682/x99pfq82

Keywords:

Identitas Maskulin, Sosiologi Gender, Negosiasi, Homoseksual Reseptif

Abstract

Konstruksi identitas maskulin pada pria homoseksual berperan reseptif merupakan fenomena sosial kompleks yang membutuhkan pemahaman mendalam untuk mengembangkan pendekatan konstruktif dalam konteks masyarakat Indonesia yang heteronormatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses negosiasi identitas maskulin pada pria homoseksual berperan reseptif dan mengeksplorasi strategi adaptif yang dikembangkan untuk mencapai koeksistensi harmonis dengan norma sosial dominan. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap dua informan utama berusia 23 tahun di Wonosobo dan Yogyakarta. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas data. Temuan mengungkap empat proses negosiasi identitas: (1) Dilema Identitas: Penerimaan Diri dan Stigma Sosial; (2) Pembentukan safe spaces; (3) Proses Negosiasi Maskulinitas dalam Ruang Sosial dan Budaya; (4) Internalisasi Nilai Religius, serta tiga strategi utama dalam proses negosiasi identitas: (1) Redefinisi Maskulinitas Melalui Konsep "Lelaki Sejati yang Bertanggung Jawab"; (2) Pembentukan Ruang Aman Meliputi Lingkaran Pertemanan Selektif, Ruang Virtual, dan Ruang Privat Personal; (3) Keterbukaan Selektif Sebagai Strategi Pengelolaan visibilitas identitas. Perbedaan geografis menunjukkan informan di Yogyakarta memiliki akses lebih besar terhadap komunitas pendukung. Faktor struktural keluarga, internalisasi nilai religius, dan modal budaya kelas menengah mempengaruhi proses negosiasi secara signifikan. Negosiasi identitas maskulin menghasilkan bentuk maskulinitas kontekstual yang memfasilitasi integrasi sosial sembari mempertahankan keaslian diri.

References

Boellstorff, T. (2005). The Gay Archipelago: Sexuality and Nation in Indonesia. Princeton University Press.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77 - 101.

Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.

Connell, R. (2005). Masculinities (2nd ed.). University of California Press.

Connell, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic masculinity: Rethinking the concept. Gender & Society, 19(6), 829-859.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Goffman, E. (1956). The Presentation of Self in Everyday Life. University of Edinburgh Social Sciences Research Centre.

Habermas, J. (1962). The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. MIT Press.

Parsons, T., & Bales, R. F. (1955). Family, Socialization and Interaction Process. New York: Free Press.

Solikhin, F., & Hanjani, V. P. (2025). Melampaui maskulinitas tradisional: Pelabelan “Boti” pada laki-laki pengguna kosmetik. Jurnal Paradigma, 14(1), 38-52.

Syifa, A., & Dwiningtyas, H. (2022). Negosiasi identitas homoseksual dalam kelompok keagamaan Kristen. Interaksi Online. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/26347

Torres, C. A., & Rodrigues, D. L. (2022). Keyakinan heteronormatif dan homonegativitas yang terinternalisasi dalam proses coming out pada laki-laki minoritas seksual Portugis dan Turki. Institut-Instituto Universitário de Lisboa. https://repositorio.iscte-iul.pt/bitstream/10071/22493/1/article_81423.pdf

The Trevor Project. (2022). National Survey on LGBTQ Youth Mental Health.

2023, tahun yang kelam dan mematikan bagi komunitas queer di Indonesia. (2024). Serikat Jurnalis untuk Keberagaman.

Yoshino, K. (2006). Covering: The hidden assault on our civil rights. Random House

Published

2025-12-19

How to Cite

Negosiasi Identitas Maskulin dalam Relasi Sesama Jenis: Perspektif Sosiologi Gender. (2025). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 1314-1325. https://doi.org/10.53682/x99pfq82