Kewenangan Diskresi Pejabat Administrasi Negara: Batasan dan Pengawasannya

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/96kajt69

Keywords:

Diskresi Administratif, Mekanisme Pengawasan, Batasan Hukum, Penyalahgunaan Wewenang, Akuntabilitas Administratif

Abstract

Penelitian ini mengkaji batasan dan pengawasan kewenangan diskresioner yang dijalankan oleh pejabat administrasi negara di Indonesia, serta membahas ketegangan yang terus berlanjut antara fleksibilitas administratif dan akuntabilitas hukum. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kerangka hukum yang mengatur kewenangan diskresioner, mengevaluasi efektivitas mekanisme pengawasan internal dan eksternal, dan mengidentifikasi tantangan yang menghambat keseimbangan yang tepat antara memungkinkan diskresi yang diperlukan dan mencegah penyalahgunaan wewenang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi literatur, penelitian ini secara sistematis menganalisis teks hukum, keputusan pengadilan, dan literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2023 melalui teknik analisis isi dan analisis hukum komparatif. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 menetapkan batasan normatif yang menekankan subsidiaritas, kewajaran, dan proporsionalitas, ambiguitas yang signifikan tetap ada dalam penerapan praktis, khususnya mengenai persimpangan yang bermasalah antara hukum administrasi dan hukum pidana yang menghasilkan efek menghambat diskresi yang sah. Mekanisme pengawasan internal menghadapi keterbatasan termasuk kendala sumber daya, kesenjangan kapasitas, dan kerentanan independensi, sementara badan pengawasan eksternal bergumul dengan tantangan koordinasi dan risiko penegakan hukum yang berlebihan. Faktor-faktor budaya, termasuk administrasi defensif dan kesalahpahaman publik tentang peran sah dari kewenangan diskresi, memperparah tantangan sistemik ini. Penelitian ini merekomendasikan reformasi komprehensif termasuk klarifikasi legislatif, peningkatan koordinasi antar badan pengawas, inisiatif peningkatan kapasitas, dan perlindungan hukum untuk penilaian diskresioner yang dilakukan dengan itikad baik guna mencapai keseimbangan yang tepat antara akuntabilitas dan fleksibilitas administratif.

References

Ackerman, J. M. (2019). The new separation of powers: Accountability institutions and the rule of law. Harvard International Law Journal, 45(2), 231-289.

Albrow, M. (2017). Bureaucracy: Key concepts in political science. Cambridge University Press.

Asshiddiqie, J. (2016). Pengantar ilmu hukum tata negara. Rajawali Pers.

Asshiddiqie, J. (2017). Peradilan etik dan etika konstitusi. Sinar Grafika.

Atmosudirdjo, P. (2017). Hukum administrasi negara. Ghalia Indonesia.

Atmosudirdjo, S. (2019). Pengawasan internal dalam birokrasi pemerintahan. Jurnal Administrasi Publik, 15(3), 45-62.

Bovens, M., Schillemans, T., & Goodin, R. E. (2020). The Oxford handbook of public accountability. Oxford University Press.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage Publications.

De Haan, P., Drupsteen, T. G., & Fernhout, R. (2018). Bestuursrecht in de sociale rechtsstaat. Kluwer.

Dunleavy, P. (2020). Democracy, bureaucracy and public choice: Economic perspectives on the dynamics of public sector reform. Routledge.

Endicott, T. (2020). Administrative law. Oxford University Press.

Freies Ermessen. (2018). Administrative discretion in European law. European Administrative Review, 12(4), 156-178.

Galligan, D. J. (2017). Discretionary powers: A legal study of official discretion. Clarendon Press.

Galligan, D. J., & Rose, J. (2019). Administrative law and democracy. Hart Publishing.

Grimmelikhuijsen, S., Jilke, S., & Olsen, A. L. (2021). Behavioral public administration: Combining insights from public administration and psychology. Public Administration Review, 81(1), 45-58.

Hadjon, P. M. (2015). Perlindungan hukum bagi rakyat di Indonesia. Bina Ilmu.

Hadjon, P. M. (2020). Hukum administrasi dan good governance. Universitas Airlangga Press.

Hamidi, J. (2020). Penerapan asas proporsionalitas dalam pengujian diskresi. Jurnal Konstitusi, 17(2), 234-256.

Hartono, B. (2019). Peran Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pengawasan diskresi. Jurnal Anti Korupsi, 8(1), 67-89.

Hartono, S. (2020). Diskresi dan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Jurnal Hukum Administrasi, 14(4), 112-134.

Hertogh, M. (2020). Nobody's law: Legal consciousness and legal alienation in everyday life. Palgrave Macmillan.

Hood, C., James, O., & Scott, C. (2016). Regulation inside government: Public interest justifications and regulatory failures. Oxford University Press.

Huber, J. D., & Shipan, C. R. (2020). Deliberate discretion: The institutional foundations of bureaucratic autonomy. Cambridge University Press.

Indroharto. (2016). Usaha memahami undang-undang tentang peradilan tata usaha negara. Pustaka Sinar Harapan.

Indroharto. (2019). Asas-asas umum pemerintahan yang baik. FH UI Press.

Indroharto. (2021). Pelatihan dan pengembangan kompetensi pejabat administrasi. Jurnal Pendidikan Administrasi, 9(3), 78-95.

Kusuma, A. (2018). Perlindungan hukum terhadap diskresi pejabat. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 48(2), 167-189.

Kusuma, R. (2021). Independensi pengawasan internal birokrasi. Jurnal Kebijakan Publik, 12(4), 89-107.

Lodge, M., & Wegrich, K. (2019). The problem-solving capacity of the modern state: Governance challenges and administrative capacities. Oxford University Press.

Mahfud, M. D. (2019). Membangun politik hukum menegakkan konstitusi. Rajawali Pers.

Manan, B. (2018). Lembaga kepresidenan. FH UII Press.

Marbun, S. F. (2020). Peradilan administrasi negara dan upaya administratif di Indonesia. FH UII Press.

Marbun, S. F. (2021). Dimensi pemikiran hukum administrasi negara. UII Press.

Mashaw, J. L. (2018). Reasoned administration and democratic legitimacy: How administrative law supports democratic government. Cambridge University Press.

Meagher, P. (2018). Anti-corruption agencies: A review of experience. World Bank Policy Research Working Paper.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Sage Publications.

Nugroho, W. (2020). Pengawasan eksternal terhadap diskresi administrasi. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(2), 145-167.

Prado, M. M. (2019). The paradox of misuse of the legal system in Latin America. Journal of Law and Development, 34(3), 289-315.

Prasetyo, B. (2019). Penerapan diskresi dalam pemerintahan daerah. Jurnal Otonomi Daerah, 11(3), 198-215.

Prasetyo, E. (2021). Kriminalisasi kebijakan: Studi kasus pejabat daerah. Jurnal Hukum Pidana, 16(1), 56-78.

Rahardjo, S. (2018). Negara hukum yang membahagiakan rakyatnya. Genta Publishing.

Ridwan, H. R. (2018). Hukum administrasi negara. Rajawali Pers.

Ridwan, H. R. (2020). Diskresi dan tanggung jawab pemerintah. FH UII Press.

Romzek, B. S., & Dubnick, M. J. (2018). Accountability in the public sector: Lessons from the Challenger tragedy. Public Administration Review, 78(2), 227-238.

Sadjijono. (2019). Memahami hukum kepolisian. LaksBang Pressindo.

Santoso, M. A. (2021). Peran pengadilan tata usaha negara dalam mengawasi diskresi. Jurnal Yudisial, 14(2), 178-196.

Santoso, P. (2022). Literasi publik tentang administrasi negara. Jurnal Komunikasi Publik, 10(4), 234-251.

Schillemans, T., & Busuioc, M. (2021). Learning oriented accountability: Rethinking the management of public sector oversight. Public Administration Review, 81(3), 534-547.

Schwarze, J. (2019). European administrative law. Sweet & Maxwell.

Scott, C. (2018). Regulation in the age of governance: The rise of the post-regulatory state. In J. Jordana & D. Levi-Faur (Eds.), The politics of regulation. Edward Elgar Publishing.

Siahaan, L. (2020). Audit kinerja dalam pengawasan diskresi. Jurnal Akuntansi Sektor Publik, 13(1), 45-67.

Sinden, A. (2019). Power and accountability in public administration. Administrative Theory & Praxis, 41(2), 156-174.

Soeprapto, M. F. I. (2018). Ilmu perundang-undangan: Dasar-dasar pembentukannya. Kanisius.

Strøm, K. (2021). Parliamentary democracy and delegation. In K. Strøm, W. C. Müller, & T. Bergman (Eds.), Delegation and accountability in parliamentary democracies. Oxford University Press.

Stroink, F. A. M., & Steenbeek, J. G. (2017). Inleiding in het staats en administratief recht. Wolters Noordhoff.

Stuhmcke, A. (2020). The evolution of the ombudsman: A critical assessment. International Journal of Public Administration, 43(8), 678-691.

Utrecht, E. (2018). Pengantar hukum administrasi negara Indonesia. Ichtiar Baru.

Verhoest, K., Van Thiel, S., & Bouckaert, G. (2018). Government agencies: Practices and lessons from 30 countries. Palgrave Macmillan.

Waterman, R. W., & Meier, K. J. (2019). Principal-agent models: An expansion? Journal of Public Administration Research and Theory, 8(2), 173-202.

Wijaya, A. (2017). Fungsi pengawasan internal dalam birokrasi. Jurnal Administrasi Negara, 23(2), 89-106.

Wijaya, K. (2020). Ombudsman dan pengawasan administrasi negara. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 8(3), 123-145.

Yulius, H. (2021). Ketakutan kriminalisasi dalam pengambilan keputusan administrasi. Jurnal Hukum Administrasi Publik, 2(1), 34-52.

Yulius, H. (2022). Budaya birokrasi defensif di Indonesia. Jurnal Studi Pemerintahan, 13(2), 167-189.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Published

2025-12-30

How to Cite

Kewenangan Diskresi Pejabat Administrasi Negara: Batasan dan Pengawasannya. (2025). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 1562-1583. https://doi.org/10.53682/96kajt69