Partisipasi Masyarakat dan Makna Simbolik dalam Tradisi Sedekah Laut Desa Rowo

Authors

  • Latifah Shinta Dilla Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang
  • Siti Ekowati Rusdini Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.53682/dvzwp245

Keywords:

Sedekah Laut, Partisipasi Masyarakat, Makna Simbolik, Budaya Pesisir

Abstract

Tradisi Sedekah Laut merupakan salah satu praktik budaya masyarakat pesisir yang hingga kini masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Desa Rowo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut sekaligus sebagai doa untuk keselamatan dan keberkahan dalam aktivitas melaut. Namun, di tengah perkembangan zaman, pemahaman terhadap makna simbolik tradisi tersebut mulai mengalami perubahan, terutama di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prosesi pelaksanaan tradisi Sedekah Laut, bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaannya, serta makna simbolik yang terkandung dalam tradisi tersebut di Desa Rowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman dan pemaknaan masyarakat terhadap tradisi Sedekah Laut. Penelitian dilakukan di Desa Rowo dengan melibatkan informan yang terdiri dari tokoh adat, nelayan, pemerintah desa, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, serta interpretasi terhadap temuan penelitian. Validitas data dijaga melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memastikan keakuratan informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Laut di Desa Rowo dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, prosesi inti berupa arak-arakan dan pelarungan sesaji ke laut, serta kegiatan penutup berupa pertunjukan hiburan tradisional. Partisipasi masyarakat dalam tradisi ini tergolong tinggi dan melibatkan berbagai unsur masyarakat secara kolektif, sehingga memperkuat solidaritas sosial serta memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, berbagai unsur sesaji seperti julen, kepala kambing kendit, tumpeng robyong, jajanan pasar, bunga, dan rokok memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, serta harapan akan keselamatan dan kesejahteraan. Dengan demikian, tradisi Sedekah Laut tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai tradisi di tengah perubahan sosial.

References

Ajani, Y. A., Oladokun, B. D., Olarongbe, S. A., Amaechi, M. N., Rabiu, N., & Bashorun, M. T. (2024). Revitalizing Indigenous Knowledge Systems via Digital Media Technologies for Sustainability of Indigenous Languages. Preservation, Digital Technology and Culture, 53(1), 35–44. https://doi.org/10.1515/pdtc-2023-0051

Amin, G. (2023). Development of Cultural Tourism in Kutu Wetan Village with Community Involvement to Increase Local Wealth. Journal of Community Development in Asia, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.32535/jcda.v6i1.1987

Annabilah, R., Rizqy, R., & Kurniawan. (2020). Pandangan Islam Terhadap Tradisi Sedekah Laut Di Indonesia. Jurnal Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 3(1), 210–225.

Awaru, A. O. T. (2025). From Ritual to Solidarity : The Role of Pattaungeng Tradition in Social Cohesion of the Community.

Dhani, A., Pratama, S. W., Pratiwi, G. K., Wahyudin, M., Sugiantoro, S., & Setyawan, K. G. (2024). Tradisi dan Nilai Budaya Larung Sesaji di Tengah Modernisasi. Maharsi, 6(3), 161–170. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.64

Fajar Rizkia, N. (2023). Meaning and Symbolic Culture of The Seedah Laut in Karang Benda Village, Cilacap District in 2020. In Satmata: Journal of Historical Education Studies (Vol. 1, Issue 2). https://fahruddin.org/index.php/satmata

Milasari, A. V. M., & Sudrajat, A. (2022). Makna Simbolik Tradisi Megengan Bagi Warga Desa Ngadirojo Ponorogo. Paradigma, 11(1), 1. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/paradigma/article/download/46807/39279

Misbah, F. A., Prakoso, A. F., & Kurniawan, R. Y. (2025). Dampak Mata Kuliah Metodologi Penelitian terhadap Persepsi danKesiapan Penelitian Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNESA:Pendekatan Fenomenologi Kualitatif. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 17(3), 630–640. https://10.0.93.79/jjpe.

Mubarok, K., Mundayat, A. A., & Ramdhon, A. (2024). Sea Alms Tradition from the Perspective of Network Actor Theory in Coastal Communities of Rowo Village, Kebumen. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v9i19.16484

Nadhifatur Rifdah, B., & Giriwati, N. S. S. (2024). Partisipasi Masyarakat dalam Keberlanjutan Kampung Budaya Polowijen, Malang. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 13(3), 139–148. https://doi.org/10.32315/jlbi.v13i3.383

Noviarwati, D. A., & Setyawan, B. W. (2021). Tradisi Larung Sesaji Sebagai Upaya Memperkuat Solidaritas Masyarakat di Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, 6(2), 226–236.

Nur Endah Putri, F., Sya, A., & Setiawan, C. (2024). Hubungan Sistem Kepercayaan Dan Jenis Pekerjaan Dengan Tingkat Partisipasi Nelayan Dalam Upacara Adat Sedekah Laut Di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jurnal Geografi, 20(1), 38–49. https://doi.org/10.35508/jgeo.v20i1.14349

Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian: Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran (JTTP), 2(3), 793–800.

Palanjuta, N. A., & Ruja, I. N. (2022). Makna Simbolis Tradisi Sedekah Laut Longkangan di Pantai Blado Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya, 11(1), 120–134. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v11i1.1432

Patel, N. (2020). Qualitative Research Methodology and its Scope in Health Services Research. Journal of Neurological Research and Therapy, 3(2), 18–21. https://doi.org/10.14302/issn.2470-5020.jnrt-20-3231

Philips, M. R., & Susilo, Y. (2022). Tradisi Larung Sesaji dan Tumpengan dalam Acara Mapag Ruwah di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Jurnal Bahasa Dan Seni, 1–22. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf

Putra, A. Y. (2021). Makna Simbolik dalam Festival Budaya Larung Sesaji di Indonesia dan Yemanja Brazil. 32(3), 167–186.

Purnami, D. A. D., Kertih, I. W., & Sujana, I. P. W. M. (2025). Menelisik Tradisi Manak Salah di Desa Padangbulia. 5(1), 1–9.

Puspitawati, Y., & Sabardila, A. (2021). Pengembangan Warisan Budaya Tradisional Menuju Ekowisata Dusun Giyanti Wonosobo. Jurnal Penelitian Humaniora, 22(1), 64–71. https://doi.org/10.23917/humaniora.v22i1.11364

Putri, N. A., Eko Handoyo, Martitah Martitah, & Moh. Solehatul Mustofa. (2023). Penguatan Literasi Pendidikan Anti Korupsi berbasis Kearifan Lokal dalam Pembalajaran IPS. 561–569. http://pps.unnes.ac.id/pps2/prodi/prosiding-pascasarjana-unnes

Qorimah, F. N., Handoko, R., & Basyar, M. R. (2024). Analisis Kebijakan Pada Program Pengembangan Potensi Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Serang Kabupaten Blitar. PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469), 4(04), 119–135. https://doi.org/10.69957/praob.v4i04.1601

Retno Sari, L., Karsiwan, K., & Septiyana, S. (2025). Sedekah Laut Sebagai Tradisi dan Nilai Budaya Masyarakat Dente Teladas Di Hulu Way Tulang Bawang. JUPSI Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 2(3), 102–114. https://doi.org/10.62238/jupsi.v2i3.127

Rohwati, S., Al-Azhar, U., Mesir, K., Kunci, K., Laut, S., Islam, T., Lokal, B., & Simbolik, A. (2025). Negosiasi Islam dan Tradisi Lokal dalam Praktik Sedekah Laut: Studi Kajian Antropologis. 10(2), 514–530. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/jdk/index

Sari, A. R. (2024). Penelitian Kualitatif: Metode Penelitian Kualitatif. Jurnal EQUILIBRIUM, 5(January), 1–7.

Setiyoningsih, S. S. dan T. (2025). Tumpeng Sebagai Simbol: Tinjauan Etnolinguistik Makna Makanan Pada Tradisi Baritan Di Dataran Tinggi Dieng. 37(2), 324–339.

Wardana, A. A., Setiarto, R. H. B., & Wigati, L. P. (2023). “Lepet”: Indonesian traditional food for Eid Al-Fitr celebrations. Journal of Ethnic Foods, 10(1). https://doi.org/10.1186/s42779-023-00197-0

Published

2026-06-30

How to Cite

Partisipasi Masyarakat dan Makna Simbolik dalam Tradisi Sedekah Laut Desa Rowo. (2026). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 124-137. https://doi.org/10.53682/dvzwp245