Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Tondano
DOI:
https://doi.org/10.53682/kcvsna14Keywords:
Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Mata Pelajaran IPS, SMP Negeri 3 TondanoAbstract
Abstrak
Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Tondano?. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 3 Tondano. Metode Penelitian kualititatif, teknik pengumpulan data yakni observasi, dokumentasi dan wawancara. Informan adalah guru IPS yang berjumlah 3 orang, dengan analisis kualitatif menurut Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menujukkan: 1). Perencanaan penggunaan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Tondano, dimana kegiatan perencanaan yang dilakukan guru dalam penggunaan pendekatan pembekajaran kontekstual yakni a) Guru menyusun perencanaan pembelajaran, b) Guru menyiapkan wadah dan sumber belajar kontekstual, c) Guru menyiapkan peserta pembelajaran, d) Guru merencanakan tugas yang akan diberikan, dan e) Guru membuat skenario pembelajaran kontekstual; 2). Cara penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS sebagai berikut: a) Guru mengkaitkan materi dengan kondisi nyata di lapangan, b) Mengaktifkan siswa dalam belajar, c) Terapkan metode penemuan, d) Berdiskusi, dan e) Menerapkan penilaian autentik; 3). Hambatan dalam penggunaan pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran IPS sebagai berikut: Kesiapan guru dalam merencanakan pembelajaran, Keterbatasan waktu belajar siswa, Ketersediaan sumber belajar, Kesiapan siswa dalam belajar, Kemampuan siswa yang berbeda, Minat belajar siswa dan Keterbatasan sarana; dan 4). Dampak penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual pada mata Pelajaran IPS sebagai berikut: Meningkatkan motivasi belajar siswa; Meningkatnya pemahaman konsep dari siswa; Meningkatnya kemampuan berpikir siswa; Meningkatnya kemampuan Kerjasama; Pembelajaran lebih bermakna karena berkaitan dengan hidup sehari-hari; Mudah memahami materi, dan Siswa menjadi lebih aktif dalam belajar.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





