Dampak Kebijakan Desentralisasi terhadap Kohesi Sosial dan Identitas Komunitas Lokal di Era Otonomi Daerah
DOI:
https://doi.org/10.53682/3r8fd027Keywords:
Desentralisasi, Kohesi Sosial, Identitas LokalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan desentralisasi terhadap kohesi sosial dan identitas komunitas lokal di era otonomi daerah di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis pada berbagai artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara induktif dan tematik untuk mengidentifikasi pola serta temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi memiliki dampak ganda, yaitu memperkuat partisipasi dan identitas lokal di satu sisi, namun berpotensi melahirkan sentimen eksklusif seperti etnosentrisme dan isu putra daerah yang mengikis kohesi sosial di sisi lain. Keberhasilan menjaga keseimbangan keduanya sangat bergantung pada tata kelola pemerintahan daerah yang akuntabel, integrasi kearifan lokal, serta pengelolaan pluralisme hukum yang inklusif dalam kerangka negara kesatuan.
References
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





