Dampak Kebijakan Desentralisasi terhadap Kohesi Sosial dan Identitas Komunitas Lokal di Era Otonomi Daerah

Authors

  • Engeli Lumaing Universitas negeri Manado
  • Agustien Cherly Wereh Universitas negeri Manado
  • Vicky Billy Wurara Universitas Negeri Manado
  • Arvi Chen Kalalo Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.53682/3r8fd027

Keywords:

Desentralisasi, Kohesi Sosial, Identitas Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan desentralisasi terhadap kohesi sosial dan identitas komunitas lokal di era otonomi daerah di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, di mana data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis pada berbagai artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara induktif dan tematik untuk mengidentifikasi pola serta temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi memiliki dampak ganda, yaitu memperkuat partisipasi dan identitas lokal di satu sisi, namun berpotensi melahirkan sentimen eksklusif seperti etnosentrisme dan isu putra daerah yang mengikis kohesi sosial di sisi lain. Keberhasilan menjaga keseimbangan keduanya sangat bergantung pada tata kelola pemerintahan daerah yang akuntabel, integrasi kearifan lokal, serta pengelolaan pluralisme hukum yang inklusif dalam kerangka negara kesatuan.

References

Published

2026-06-30

How to Cite

Dampak Kebijakan Desentralisasi terhadap Kohesi Sosial dan Identitas Komunitas Lokal di Era Otonomi Daerah. (2026). JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education, 6(2), 372-379. https://doi.org/10.53682/3r8fd027