PERENCANAAN KAWASAN WISATA DANAU RANOWANGKO DI KECAMATAN TONDANO SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.53682/pet4fk13Keywords:
kawasan wisata danau ranowangko, tondano, minahasa, arsitektur tropisAbstract
Sebuah tempat rekreasi danau terletak di Kecamatan Tondano Selatan dan disebut Kawasan Wisata Danau Ranowangko Danau Ranowangko mempunyai pemandangan yang sangat indah dan menakjubkan sehingga mampu menarik banyak wisatawan Namun masih terdapat persepsi bahwa Danau Ranowangko kurang dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dan kurangnya pengembangan serta pemeliharaan menyebabkan penurunan jumlah pengunjung Oleh karena itu permasalahan yang diteliti adalah bagaimana menyediakan tempat rekreasi yang aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan jumlah ruang yang diperlukan Kecamatan Tondano Selatan yang terletak di antara Tataaran 1 dan Tataaran 2 merupakan lokasi perencanaan Kawasan Wisata Danau Ranowangko dengan pendekatan Arsitektur Tropis di Kota Tondano Tujuan utama dari perancangan ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang muncul khususnya memberikan akses kepada masyarakat yang ada di kota tondano terhadap kawasan rekreasi dengan fasilitas pendukung yang sesuai dan memadai dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan pengguna Proses perencanaan melibatkan survei lapangan yang mencakup pemilihan lokasi desain yang sesuai dan pengumpulan data Selanjutnya tentukan masalah yang muncul dengan memeriksa undang undang setempat dan spesifikasi desain yang diperlukan selain lokasi sebenarnya.
References
[1] W. M. Sasue, E. Mantjoro, dan O. V Kotambunan, “Identifikasi dan Klasifikasi USAha Budidaya Jaring Apung di Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa,” AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan, vol. 2, no. 4, 2014.
[2] J. Wenas, Sejarah dan kebudayaan Minahasa. Institut Seni Budaya Sulawesi Utara, 2007.
[3] P. Gunena, Antara Soputan dan Bunaken. PT Balai Pustaka (Persero), 2000.
[4] M. P. E. G. D. RAWA, “PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG”.
[5] I. Salamah, “PENGEMBANGAN EKOWISATA: STRATEGI PEMANFAATAN LIMBAH PARIWISATA BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi Program Amati Indonesia di Dusun Pamah Simelir, Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara),” 2022.
[6] S. Arsyad dan E. Rustiadi, Penyelamatan tanah, air, dan lingkungan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.
[7] D. J. Tangkuman dan L. Tondobala, “Arsitektur tepi air,” Media Matrasain, vol. 8, no. 2, 2011.
[8] V. A. Kumurur, “Adaptasi Bangunan Gaya Arsitektur Kolonial Belanda terhadap Iklim Tropis Kota Manado,” Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, vol. 7, no. 1, hlm. 37–42, 2018.
[9] A. Riansyah, A. Rolalisasi, dan M. Faisal, “Penerapan Arsitektur Tropis Kontemporer Pada Revitalisasi Pasar Agrowisata Kota Batu,” dalam Senakama: Prosiding Seminar Nasional Karya Ilmiah Mahasiswa, 2022, hlm. 467–483.
[10] D. Kardina, M. B. Susetyarto, dan M. Ischak, “Studi Preseden Bentuk Atap Pelana Modern Rumah Tinggal,” Metrik Serial Humaniora dan Sains, vol. 3, no. 2, hlm. 32–44, 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.