TERMINAL BONAWANG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI KOTA KOTAMOBAGU
DOI:
https://doi.org/10.53682/ae9p7x46Keywords:
Tipe B, Penumpang, Neovernakular, Terminal, KotamobaguAbstract
Perkembangan pesat Kota Kotamobagu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Bolaang Mongondow Raya memicu peningkatan kebutuhan sarana transportasi publik yang memadai Terminal Bonawang sebagai terminal utama di kota ini saat ini belum memenuhi standar pelayanan terminal tipe B sesuai regulasi yang berlaku Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Terminal Bonawang dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular yang mengintegrasikan nilai nilai budaya lokal dengan kebutuhan modernisasi infrastruktur transportasi Metode perancangan yang digunakan meliputi studi literatur observasi langsung dan studi komparatif terhadap terminal di Surabaya dan Kuala Lumpur Hasil perancangan mencerminkan penerapan prinsip prinsip Neo Vernakular seperti penggunaan bentuk atap bumbungan integrasi elemen budaya lokal Bolaang Mongondow serta adaptasi terhadap iklim dan kondisi lingkungan setempat Perancangan juga mempertimbangkan aspek sirkulasi zonasi ruang dan kenyamanan pengguna Dengan pendekatan ini diharapkan Terminal Bonawang tidak hanya berfungsi optimal sebagai simpul transportasi tetapi juga menjadi representasi identitas arsitektur lokal yang kontekstual dan berkelanjutan Karya ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan fasilitas publik yang memperhatikan nilai lokalitas dan kelestarian lingkungan.
References
[1] L. Lai, M. Baker, W. Lu, M. H. Chua, D. Ho, and S. Davies, “Out of sight, out of mind: A comparative study of public bus terminals as civic spaces,” Cities, vol. 43, Nov. 2014, doi: 10.1016/j.cities.2014.11.004.
[2] S. Tiwari and M. Vij, “Adaption of Neo-Vernacular Architecture in Contemporary Temples in India: Insights from Selected Case Studies,” International Society for the Study of Vernacular Settlements, vol. 11, no. 8, pp. 1–23, Aug. 2024, doi: 10.61275/ISVSej-2024-11-08-01.
[3] V. A. Damopolii, A. Siola, and M. M. Tamrin, “REDESAIN TERMINAL BONAWANG TIPE B KOTA KOTAMOBAGU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR,” 2023.
[4] E. Turkušić, NEO-VERNACULAR ARCHITECTURE – CONTRIBUTION TO THE RESEARCH ON REVIVAL OF VERNACULAR HERITAGE THROUGH MODERN ARCHITECTURAL DESIGN. 2011.
[5] ARCHITECTURE DAN KOTA, “ARCHITECTURE DAN KOTA ,” ARSITEKTUR DAN KOTA.
[6] A. Wiryadhi Saidi, N. Putu Anggita Suma Astari, and K. Adi Prayoga, “PENERAPAN TEMA NEO VERNAKULAR PADA WAJAH BANGUNAN GEDUNG UTAMA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI.”
[7] P. Konsep et al., “PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA STASIUN MALANG KOTA BARU.”
[8] Wikipedia, “Kota Kotamobagu,” id.wikipedia.org.
[9] M. A. O. Situmeang, T. W. Caesariadi, and U. F. Andi, “IDENTIFIKASI KENYAMANAN TERMAL RUANG PADA RUMAH BETANG ENSAID PANJANG DI KABUPATEN SINTANG,” JMARS: Jurnal Mosaik Arsitektur, vol. 10, no. 2, p. 285, Jul. 2022, doi: 10.26418/jmars.v10i2.55797.
[10] SteelConstruction.info, “Single storey industrial buildings,” https://www.steelconstruction.info.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.