PERANCANGAN RUMAH SAKIT JIWA DI TOMOHON DENGAN PENDEKATAN DESAIN HEALING ENVIRONMENT

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/ygc8sm83

Keywords:

Kesehatan Jiwa, Gangguan Mental, Rumah Sakit Jiwa, Healing Environment, Kota Tomohon

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan isu krusial yang memerlukan perhatian serius mengingat tingginya jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia Berdasarkan data WHO 2016 dan Riset Kesehatan Dasar Riskesdas 2018 terdapat jutaan penderita gangguan jiwa seperti depresi bipolar skizofrenia dan demensia termasuk 6 penduduk usia 15 24 tahun yang mengalami gangguan mental Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri prevalensi penderita skizofrenia mencapai 7 per 1000 orang Ironisnya masih terdapat delapan provinsi yang belum memiliki rumah sakit jiwa dan lima di antaranya kekurangan tenaga psikiater Gangguan jiwa tidak hanya berdampak pada kondisi medis penderita tetapi juga membawa beban sosial dan ekonomi yang berat bagi keluarga dan masyarakat Pasien sering kali kehilangan kemampuan untuk merawat diri serta menjadi tanggungan jangka panjang Oleh karena itu keberadaan fasilitas kesehatan jiwa yang memadai menjadi sangat penting Hal ini telah ditegaskan dalam RPJMD 2016 2021 serta UU No 18 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa pemerintah wajib menyediakan layanan kesehatan jiwa yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat Dalam upaya meningkatkan proses penyembuhan pasien gangguan jiwa lingkungan fisik rumah sakit memiliki peran penting melalui penerapan konsep healing environment Lingkungan yang nyaman dan mendukung secara psikologis dapat mengurangi stres mempercepat pemulihan dan meningkatkan kesejahteraan pasien Kota Tomohon yang terletak di daerah pegunungan dengan udara sejuk dan suasana tenang menawarkan potensi besar sebagai lokasi strategis untuk pembangunan rumah sakit jiwa yang menerapkan pendekatan arsitektur penyembuhan secara holistik.

References

[1] D. W. I. N. A. KRISTINA, “LAPORAN KEGIATAN MAGANG DI UPTD KAMPUNG ANAK NEGERI”.

[2] E. Roeslie and A. Bachtiar, “Analisis persiapan implementasi program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (indikator 8: kesehatan jiwa) di kota depok tahun 2018,” Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia: JKKI, vol. 7, no. 02, pp. 64–73, 2018.

[3] S. M. Sari, “Peran warna pada interior rumah sakit berwawasan ‘healing environment’terhadap proses penyembuhan pasien,” Dimensi interior, vol. 1, no. 2, pp. 141–156, 2003.

[4] D. Oleh, “Perancangan Rest Area di Jalur Pantura Pejagan-Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dengan Pendekatan Desain Biofilik TUGAS AKHIR.”

[5] R. Majid, Dasar Kependudukan. Penerbit Nem, 2021.

[6] S. M. Sari, “Peran warna pada interior rumah sakit berwawasan ‘healing environment’terhadap proses penyembuhan pasien,” Dimensi interior, vol. 1, no. 2, pp. 141–156, 2003.

[7] H. S. Raubaba, M. Alahudin, and S. Octavia, “Penerapan healing environment pada perancangan rsia,” Musamus Journal of Architecture, vol. 1, no. 02, pp. 61–69, 2019.

[8] R. D. Prasetya and S. Adita, Desain Progresif untuk Kenyamanan: Optimalisasi Ruang Rawat Inap untuk Aktivitas Kunjung Pasien. Penerbit Adab.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

PERANCANGAN RUMAH SAKIT JIWA DI TOMOHON DENGAN PENDEKATAN DESAIN HEALING ENVIRONMENT. (2025). Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs), 5(2), 214-224. https://doi.org/10.53682/ygc8sm83