RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK RPTRA DI KOTA TOMOHON DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK
DOI:
https://doi.org/10.53682/ncs2yy04Keywords:
Ruang Publik, RPTRA, Kota Layak Anak, Arsitektur Biofilik, KeberlanjutanAbstract
Ruang Publik Terpadu Ramah Anak RPTRA adalah fasilitas vital dalam mendukung terbentuknya Kota Layak Anak Penelitian ini merancang RPTRA di Kota Tomohon dengan pendekatan arsitektur biofilik yaitu desain yang menggabungkan unsur unsur alami seperti cahaya vegetasi dan air ke dalam ruang binaan untuk meningkatkan kesejahteraan pengguna Metode yang digunakan meliputi studi literatur observasi lapangan serta studi komparatif terhadap RPTRA Kalijodo Bambu Petung dan Anggrek di Jakarta Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan desain biofilik menciptakan lingkungan yang sehat menarik serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak khususnya pada aspek emosional dan sensorik Rancangan akhir menghadirkan zona bermain belajar dan bersosialisasi yang saling terhubung secara harmonis dengan alam sekaligus memenuhi prinsip keamanan aksesibilitas dan keberlanjutan Penelitian ini juga merekomendasikan keterlibatan komunitas dan dukungan pemerintah sebagai bagian dari strategi pengelolaan berkelanjutan Penggabungan antara prinsip kota ramah anak dan pendekatan biofilik diharapkan menciptakan ruang publik yang tidak hanya fungsional tetapi juga menyembuhkan dan mendukung pertumbuhan anak secara holistik.
References
[1] A. Elizabeth and Z. Hidayat, “Implementasi Program Kota Layak Anak Dalam Upaya Pemenuhan Hak-Hak Anak Di Kota Bekasi,” Journal of Public Policy and Management Review, vol. 5, no. 2, pp. 55–70, 2016.
[2] “HAFID, N. KEBIJAKAN PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN MAKASSAR SOMBERE’SMART CITY (KONSEP KEPEMIMPINAN IDEAL PERSPEKTIF AL-MAWARDI) (Bachelor’s thesis, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).”.
[3] H. Astri, “Kehidupan anak jalanan di Indonesia: faktor penyebab, tatanan hidup dan kerentanan berperilaku menyimpang,” Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, vol. 5, no. 2, pp. 145–155, 2014.
[4] “SulistiaRini, R. (2019). Evaluasi Program Pelaksanaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Terhadap Kebutuhan Bermain Outdoor Anak usia Dini di RPTRA Baung Jakarta Selatan (Bachelor’s thesis, Jakarta FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).”.
[5] L. D. Anggraini, Pengenalan Desain Biofilik. CV Jejak (Jejak Publisher), 2023.
[6] F. Az-Zahra and M. Ulimaz, “IDENTIFIKASI KUALITAS RUANG PUBLIK YANG INKLUSIF DI KAMPUNG WARNA-WARNI BALIKPAPAN,” Jurnal Tata Kota dan Daerah, vol. 16, no. 2, pp. 217–228, 2024.
[7] H. A. Putri, W. P. Putri, and B. Setyo, “Pendidikan Inklusi yang Berkeadilan: Studi Kasus Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), vol. 5, no. 2, pp. 762–773, 2025.
[8] D. Gunawati, “MERANAP CHILD FREINDLY CITY CONCEPT DALAM PENANGGULANGAN EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK DALAM BINGKAI PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA,” Jurnal PPKn, vol. 4, no. 1, p. 844, 2016.
[9] L. D. Anggraini, Pengenalan Desain Biofilik. CV Jejak (Jejak Publisher), 2023.
[10] G. Suhardja, Teologi Sungai. PT Kanisius, 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.