ARENA BERKUDA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI MINAHASA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.53682/4kr47726

Keywords:

Arena Berkuda, Arsitektur Kontemporer, Kabupaten Minahasa

Abstract

Kabupaten Minahasa adalah salah satu wilayah di Sulawesi Utara yang masyarakatnya mempunyai peliharaan kuda yang cukup banyak di antara kabupaten kota yang lain menurut data di tahun 2021 jumlah kuda yang di pelihara oleh masyarakat di Minahasa sekitar 3 765 ekor Dari jumlah kuda yang di pelihara masyarakat kurang lebih 1000 ekor kuda merupakan kuda pacu atau kuda yang biasa di perlombakan dalam kegiatan olahraga baik perlombaan antar kabupaten sampai tingkat nasional Olaraga berkuda ini sangatlah terkenal di Sulut khususnya di Minahasa dengan adanya stadion pacuan kuda Maesa Tompaso maka sering di adakannya perlombaan pacuan kuda sampai sekarang di stadion tersebut Olahraga pacuan kuda di Sulut khusunya di Minahasa sudah sangat terkenal banyaknya prestasi yang di berikan oleh para atlet pacu kuda di Minahasa sampai sekarang Namun tidak adanya fasilitas dan sarana bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin belajar atau mencoba untuk berkuda Dari masalah tersebut maka munculah solusi untuk merancang fasilitas dan sarana berkuda berupa Arena Berkuda dengan pendekatan Arsitektur Kontemporer yang memiliki desain yang modern dan kekinian yang dapat memberikan fasilitas dan sarana berkuda bagi masyarakat tidak emiliki kuda dan wistawan Bahkan arena berkuda ini bisa menjadi landmark di Minahasa khususnys di Tompaso dan sekaligus menarik wisatawan dan warga local untuk berkunjung ke Minahasa dan pastinya akan berdampak baik bagi perekonomian daerah terlebih khusus bagi masyarakat lokal dan sekitarnya.

References

[1] W. W. H. Evanly, R. L. E. Sela, and R. M. S. Lakat, “Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten Minahasa,” SPASIAL, vol. 7, no. 3, pp. 352–360, 2020.

[2] T. Taufani, “Menjaga Kerukunan, Merayakan Keragaman di’Negeri Seribu Gereja’: Harapan dan Tantangan”.

[3] F. E. W. Parengkuan, Sejarah kota Manado, 1945-1979. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai …, 1986.

[4] A. Wijayanto, “RESTRUKTURISASI PENINGKATAN SUPPORT SYSTEM,” 2022.

[5] “PERANCANGAN ARENA PACUAN KUDA BIMA DI KOTA BIMA.”

[6] C. Hartzel Gijoh, A. J. UNSRAT Papia C Franklin, S. H. Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT Octavianus A Rogi, and S. Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT, “REDESAIN PACUAN KUDA DI TOMPASO (Arsitektur Tropis Modern).”

[7] A. Sachari, Budaya Visual Indonesia: membaca makna perkembangan gaya visual karya desain di Indonesia abad ke-20. Erlangga, 2007.

[8] V. Chandra, I. T. L. Ritonga, and M. Amin, “Perencanaan Pusat Olahraga dan Rekreasi Berkuda dengan Pendekatan Arsitektur Kolonial,” Jurnal Sains dan Teknologi ISTP, vol. 18, no. 1, pp. 46–59, 2022.

[9] I. Al-Faruqi Di Jombang and J. Timur, “Perancangan Pusat Pengembangan Olahraga Dan Kesenian Islam dengan Pendekatan Konsep Seni.”

[10] A. Rolalisasi, “ARSITEKTUR KONTEMPORER SEBAGAI EKSPRESI IDENTITAS DAN BUDAYA,” Jurnal Ilmiah Arsitektur, vol. 13, no. 2, pp. 198–207, 2023.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

ARENA BERKUDA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI MINAHASA. (2025). Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs), 5(2), 294-302. https://doi.org/10.53682/4kr47726